Pemadaman Bergilir Jaga Keseimbangan Pasokan Listrik

5 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA—PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik setelah dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar mengalami gangguan teknis.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini menghadapi tekanan akibat dua PLTU besar milik independent power producer (IPP) tidak dapat memasok listrik ke jaringan.

Gangguan tersebut terjadi bersamaan dengan upaya PLN mengamankan pasokan batu bara kalori menengah yang menjadi bahan bakar utama sejumlah PLTU di Pulau Jawa.

"Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir," ujar Darmawan dalam konferensi pers daring yang dirilis PLN, Sabtu (20/6).

Menurut Darmawan, manajemen beban menjadi langkah yang harus ditempuh agar sistem kelistrikan tetap stabil dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas.

PLN saat ini mengerahkan tim bersama pengelola pembangkit swasta untuk mempercepat perbaikan dua PLTU yang mengalami gangguan tersebut.

"Kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan dengan lancar sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa," tuturnya.

Di saat yang sama, PLN juga mempercepat pengamanan pasokan batu bara jenis medium rank coal atau batu bara kalori menengah yang dibutuhkan pembangkit di Pulau Jawa.

Perusahaan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat proses kontrak pasokan dengan perusahaan tambang yang telah mendapatkan penugasan pemerintah.

"Kami berkoordinasi secara intens, kontinu, terus-menerus dengan tim Dirjen Minerba sehingga proses penandatanganan kontrak ini bisa berjalan dengan cepat," kata Darmawan.

PLN memastikan distribusi batu bara kalori menengah sudah mulai mengalir ke sejumlah PLTU besar di Jawa bagian barat maupun timur.

Di Jawa bagian barat, pasokan telah diarahkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara di Jawa bagian timur, pasokan telah dialokasikan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar.

"Dengan alokasi medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah dan juga arahan dari Bapak Menteri ESDM [Bahlil Lahadalia], PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar," tutur Darmawan.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menjelaskan bahwa sekitar 56% pembangkit listrik milik PLN masih bergantung pada batu bara sebagai sumber energi utama.

Ia menuturkan, pasokan batu bara dalam negeri sebenarnya telah diatur melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), yang mewajibkan pengusaha batu bara menjual 20% produksinya kepada PLN dengan harga yang ditetapkan sebesar US$70 per ton.

Namun, menurut Fahmy, ketika harga batu bara global melonjak di atas 100 dolar AS per ton, bahkan sempat mencapai 300 dolar AS per ton, para pengusaha cenderung memilih mengekspor dibanding memenuhi kebutuhan domestik.

“PLN kekurangan pasokan dan yang bisa dilakukan ya pemadaman bergilir yang terjadi di hampir semua daerah di Indonesia itu. Karena sebagian besar batubara itu diekspor pada saat itu harganya cukup tinggi,” ujarnya, Sabtu.

Keluhan Pelanggan

Penjelasan serupa disampaikan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta setelah muncul keluhan pelanggan akibat pemadaman berulang di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta Angga Ditya D. mengatakan pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari manajemen beban yang dilakukan secara terbatas dan terukur.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan setelah adanya kendala teknis operasional pada sejumlah pembangkit, termasuk dua unit pembangkit besar yang tidak dapat beroperasi sementara.

“Untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” ujar Angga, Jumat (19/6).

Ia menegaskan sistem kelistrikan Jawa secara umum masih berada dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, berkurangnya kemampuan pasokan akibat gangguan pembangkit membuat PLN harus mengatur distribusi listrik agar keseimbangan sistem tetap terjaga.

PLN memastikan kebijakan manajemen beban hanya bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap setelah pasokan pembangkit kembali normal.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan proses pemulihan sistem masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

“PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan agar sistem kembali normal,” ujarnya.

PLN juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak pemadaman. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pemadaman bersifat sementara dan akan segera dipulihkan,” kata Gregorius.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan batu bara pembangkit PLN melalui penugasan kepada perusahaan tambang nasional.

Menurut Bahlil, kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton per tahun. Untuk menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah telah menugaskan penyediaan sekitar 180 juta ton hingga 190 juta ton batu bara.

Bahlil menilai persoalan yang terjadi lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis operasional dan distribusi pasokan ke pembangkit.

"Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak ada lagi pemadaman," kata Bahlil.

MENGAPA TERJADI PEMADAMAN BERGILIR DI JAWA?

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dipengaruhi kombinasi gangguan pembangkit dan pasokan batu bara untuk PLTU. PLN menyatakan langkah manajemen beban dilakukan secara terbatas dan sementara untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan hingga pasokan dan pembangkit kembali normal.

 GANGGUAN PEMBANGKIT

  • Dua PLTU besar milik produsen listrik swasta (IPP) mengalami gangguan teknis
  • Kedua pembangkit tidak dapat memasok listrik ke sistem Jawa
  • PLN dan mitra IPP melakukan percepatan perbaikan

MASIH BERGANTUNG PADA BATU BARA

  • Sekitar 56% pembangkit PLN menggunakan batu bara
  • PLTU membutuhkan batu bara kalori menengah (medium rank coal)
  • Pasokan jenis batu bara ini sedang mengalami kendala

PASOKAN BATU BARA MENJADI TANTANGAN

  • Skema Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan perusahaan memasok 20% produksi untuk kebutuhan dalam negeri
  • Harga DMO ditetapkan US$70 per ton
  • Saat harga ekspor melonjak, pasokan domestik berpotensi tertekan

KENAPA HARUS ADA PEMADAMAN BERGILIR?

  • Kapasitas pasokan listrik berkurang akibat gangguan pembangkit
  • Sistem kelistrikan harus tetap seimbang antara pasokan dan kebutuhan
  • Dilakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga stabilitas sistem

LANGKAH YANG DILAKUKAN

  • Perbaikan dua pembangkit yang mengalami gangguan
  • Pengamanan pasokan batu bara untuk PLTU
  • Optimalisasi pasokan dari pembangkit lain
  • Pengaturan operasi sistem kelistrikan Jawa

PASOKAN BATU BARA MULAI MASUK

Jawa Barat dan Banten

  • PLTU Pelabuhan Ratu
  • PLTU Lontar
  • PLTU Labuan
  • PLTU Suralaya
  • PLTU Jawa 7
  • PLTU Jawa 9 dan 10
  • PLTU Indramayu

Jawa Tengah dan Jawa Timur

  • PLTU Paiton 1 dan 2
  • PLTU Paiton 9
  • PLTU Rembang
  • PLTU Pacitan
  • PLTU Tanjung Awar-Awar

 TARGET PEMULIHAN

  • Pasokan batu bara terus didistribusikan ke PLTU di Jawa
  • Pemadaman bergilir dihentikan bertahap setelah pembangkit kembali normal
  • Sistem kelistrikan Jawa ditargetkan kembali stabil dalam waktu dekat

Sumber: PT PLN (Persero), Kementerian ESDM, Pakar UGM dan PLN UID Yogyakarta (may)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com/Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|