
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (6/8/2026) di zona merah setelah turun 0,12% atau 7,43 poin ke posisi 6.343,71. Meski mayoritas sektor mengalami pelemahan, saham-saham energi justru tampil sebagai penopang utama bursa dengan mencatat kenaikan paling tinggi.
Berdasarkan data Aplikasi Stockbit, IHSG bergerak di kisaran 6.324,06 hingga 6.388,20 sepanjang sesi perdagangan. Penurunan indeks terjadi di tengah tekanan pada sebagian besar sektor, sementara sektor energi mencatat kinerja paling positif dibanding sektor lainnya.
Sektor Energi Pimpin Penguatan
Saham sektor energi menjadi sektor dengan performa terbaik setelah menguat 1,43%. Penguatan tersebut didorong kenaikan sejumlah emiten berkapitalisasi besar di sektor tersebut.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melesat 6,67% ke level Rp720. Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 12,14% menjadi Rp970, sedangkan PT Petrosea Tbk. (PTRO) menguat 7,89% ke posisi Rp5.125.
Selain sektor energi, indeks sektoral yang juga berakhir di zona hijau yakni sektor industrial yang naik 0,86%, sektor transportasi menguat 0,59%, serta sektor konsumer siklikal yang bertambah 0,12%.
Mayoritas Sektor Berakhir Melemah
Di sisi lain, tekanan masih membayangi sebagian besar indeks sektoral.
Sektor properti menjadi yang terkoreksi paling dalam dengan penurunan 0,70%. Setelah itu disusul sektor kesehatan yang turun 0,48%, sektor teknologi melemah 0,40%, sektor finansial terkoreksi 0,24%, dan sektor basic materials turun 0,20%.
Daftar Top Gainers dan Top Losers
Pergerakan saham individu juga menunjukkan variasi yang cukup lebar selama perdagangan.
Saham PT Tempo Inti Media Tbk. (TMPO) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 25,20% ke Rp159. Posisi berikutnya ditempati PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. (PDES) yang naik 24,74% ke Rp474, sementara PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) menguat 22,78% hingga ditutup di Rp388.
Sebaliknya, saham PT Tunas Alfin Tbk. (TALF) menjadi top loser setelah anjlok 14,94% ke Rp1.025. Kemudian disusul PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) yang turun 14,86%, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) yang melemah 14,77% ke level Rp1.500.
Pergerakan Saham Big Caps
Dari kelompok saham berkapitalisasi besar (big caps), sejumlah emiten perbankan dan telekomunikasi masih mengalami tekanan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ditutup turun 1,55% ke Rp6.350. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 0,47% ke Rp4.200, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terkoreksi 2,21% ke Rp2.650.
Namun, tidak seluruh saham unggulan berakhir di zona merah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,66% ke Rp3.040. Selain itu, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 1,49% ke Rp5.100, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 0,33% ke Rp3.080, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) ditutup menguat 0,34% menjadi Rp7.275.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































