Pemkot Jogja Perkuat Peran Ormas untuk Bantu Warga

4 hours ago 4

Newswire

Newswire Minggu, 20 September 2026 22:37 WIB

Pemkot Jogja Perkuat Peran Ormas untuk Bantu Warga

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Budi Santoso Asrori. /Antara.

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Budi Santoso Asrori mengatakan persoalan di tengah masyarakat membutuhkan keterlibatan nyata dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

"Dalam persoalan sampah, budaya, kerukunan, pendidikan maupun pembinaan generasi muda membutuhkan peran organisasi masyarakat yang nyata," kata Budi saat menghadiri Musda VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Minggu (20/9/2026).

Menurut Budi, pembangunan Kota Jogja bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran dan partisipasi berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas, juga diperlukan agar pembangunan dapat menjawab kebutuhan warga.

Pemkot Jogja Dorong Kolaborasi dengan Ormas

Karena itu, Pemkot Jogja terus mendorong kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. LDII menjadi salah satu ormas yang diharapkan dapat ikut mengambil peran dalam pembangunan Kota Yogyakarta.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun generasi bangsa yang religius, toleran, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kolaborasi tersebut penting agar berbagai program yang dirancang dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," katanya.

Budi mengatakan keterlibatan ormas dibutuhkan dalam berbagai persoalan yang berada dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari persoalan sampah, budaya, kerukunan, pendidikan hingga pembinaan generasi muda.

Budaya dan Toleransi Jadi Perhatian

Selain mendorong peran ormas, Pemkot Jogja juga menekankan pentingnya menjaga budaya luhur yang berkembang di wilayah tersebut.

Budaya luhur Yogyakarta, menurut Pemkot, tidak hanya berkaitan dengan kesenian. Nilai budaya juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti unggah-ungguh, tepa selira, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

"Nilai-nilai ini perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Selain budaya, toleransi menjadi salah satu hal penting yang perlu terus diperkuat," katanya.

Budi menambahkan Kota Yogyakarta tumbuh dalam keberagaman. Karena itu, kehidupan beragama diharapkan dapat menciptakan suasana yang sejuk sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Program LDII Diminta Berdampak bagi Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga berharap Musda VIII LDII dapat menghasilkan program-program yang unggul dan dapat diterapkan secara nyata.

Menurut dia, program yang dihasilkan tidak harus dalam jumlah banyak. Hal terpenting adalah program tersebut memiliki tujuan yang jelas, dapat dikerjakan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami harap Musda LDII menghasilkan program yang unggul dan bisa diimplementasikan. Tidak perlu banyak-banyak, yang penting jelas, bisa dikerjakan dan manfaatnya dirasakan masyarakat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|