Sleman Target Bebas TB di 2030 Seusai Eliminasi Malaria

2 hours ago 7

Sleman Target Bebas TB di 2030 Seusai Eliminasi Malaria

Skrining TBC - Ilustrasi Antara

Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memperkuat langkah menuju eliminasi Tuberkulosis (TB) pada 2030 dengan membentuk Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Kabupaten Sleman. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor setelah Sleman lebih dulu berhasil mencapai eliminasi malaria sejak 2014.

Sebanyak 34 pengurus KOPI TB Kabupaten Sleman dikukuhkan dalam acara yang digelar di Ramada Hotel, Kamis (6/8/2026).

Sleman Ingin Ulangi Keberhasilan Eliminasi Malaria

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengatakan pembentukan KOPI TB menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pengendalian penyakit menular melalui kerja sama berbagai pihak.

“Komitmen yang kami bangun melalui pelantikan KOPI TB ini adalah untuk melakukan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengeliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria [ATM],” kata Cahya di Ramada Hotel, Kamis.

Menurut Cahya, keberhasilan Sleman menghapus malaria pada 2014 menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan penanggulangan TB. Bahkan, capaian tersebut diraih lebih cepat dibandingkan target Provinsi DIY yang baru mencapai eliminasi malaria pada 2025.

Meski demikian, ia menegaskan Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara serius dan berkelanjutan.

Leptospirosis Masih Jadi Perhatian

Selain TB, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga terus mewaspadai penyakit berbasis lingkungan, salah satunya leptospirosis.

Menurut Cahya, penyakit tersebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan serta keberadaan vektor penyakit, terutama tikus, sehingga membutuhkan upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat.

Bupati Dorong Kolaborasi Semua Pihak

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan target eliminasi TB tidak mungkin dicapai hanya mengandalkan pemerintah maupun tenaga kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi organisasi profesi, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat.

“Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban,” kata Harda.

Ia berharap KOPI TB mampu menjadi wadah kolaborasi sekaligus memperkuat inovasi dan edukasi mengenai Tuberkulosis kepada masyarakat.

Edukasi Dinilai Penting Hilangkan Stigma

Harda menilai edukasi menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghilangkan stigma terhadap penderita TB.

Menurutnya, pasien Tuberkulosis membutuhkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan agar mampu menjalani pengobatan secara tuntas hingga sembuh.

“Pengentasan TB ini bukan hal yang mudah. Saya berharap tim KOPI TB dapat menjadi motor penggerak kolaborasi, inovasi, dan edukasi masif di tengah masyarakat, sehingga penderita TB mendapatkan pendampingan yang tepat dan target Eliminasi TB 2030 di Kabupaten Sleman dapat tercapai,” katanya.

Dengan pembentukan KOPI TB, Pemkab Sleman berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga target eliminasi Tuberkulosis pada 2030 dapat diwujudkan sebagaimana keberhasilan daerah tersebut dalam mengeliminasi malaria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|