Kemenkes Ungkap 1 Juta Kasus Hipertensi Baru Lewat CKG 2026

3 hours ago 5

Newswire

Newswire Kamis, 06 Agustus 2026 16:22 WIB

Kemenkes Ungkap 1 Juta Kasus Hipertensi Baru Lewat CKG 2026

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak/magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari hasil pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta yang pada tahun sebelumnya tercatat dalam kondisi sehat. Temuan tersebut mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap tahun, meski tidak merasakan keluhan.

Selain hipertensi, program CKG juga mendeteksi peningkatan kasus diabetes baru, sekaligus menunjukkan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular sebelum memicu komplikasi yang lebih berat.

Hipertensi dan Diabetes Banyak Muncul Tanpa Gejala

Data Kemenkes menunjukkan, dari 1,3 juta peserta yang sebelumnya berstatus prehipertensi dan menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 247 ribu orang kini terdiagnosis hipertensi.

Temuan serupa juga terjadi pada diabetes. Dari 8,3 juta peserta yang diperiksa kembali, 188 ribu orang terdeteksi mengalami diabetes baru, sementara 16 ribu peserta yang sebelumnya berstatus prediabetes berkembang menjadi diabetes.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hasil tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit tidak menular sering berkembang tanpa disadari.

“Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis.

Menurut Budi, hipertensi dan diabetes umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal.

Hasil Tahun Lalu Tidak Menjamin Tetap Sehat

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menegaskan kondisi kesehatan seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga hasil pemeriksaan yang baik pada tahun sebelumnya bukan jaminan tetap sehat pada tahun berikutnya.

"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.

Jutaan Penderita Berhasil Mengendalikan Penyakit

Di balik munculnya kasus baru, CKG juga mencatat hasil positif dalam pengendalian penyakit kronis.

Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darah hingga kembali berada pada kisaran normal.

Sementara itu, pada kelompok diabetes, 235 ribu penderita dari total 340 ribu peserta yang dipantau ulang berhasil mengontrol kondisi penyakitnya.

Pemeriksaan Diawali Anamnesis

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan setiap pelaksanaan CKG diawali dengan anamnesis, yakni wawancara medis mengenai keluhan, riwayat penyakit, hingga faktor risiko yang dimiliki peserta.

“Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran,” kata Dante.

Kemenkes Dorong Masyarakat Rutin Cek Kesehatan

Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, dr. Iwan Ariawan, menilai keberhasilan Program CKG tidak berhenti pada proses pemeriksaan. Menurutnya, hasil pemeriksaan harus diikuti dengan perubahan gaya hidup, kepatuhan menjalani pengobatan, maupun rujukan medis apabila diperlukan.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Kemenkes mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas terdekat serta mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|