Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai

15 hours ago 6

Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Upaya menjaga pelajar dari kenakalan remaja dan tindak kekerasan terus diperkuat di Kabupaten Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendukung pelaksanaan Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai yang diinisiasi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan berbudaya.

Deklarasi yang digelar di SMA Negeri 1 Wonosari pada Senin (20/7/2026) tersebut menjadi momentum untuk mengajak pelajar menjaga sikap santun, menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta memperkuat budaya damai di lingkungan sekolah. Program ini juga diharapkan mampu menjadi benteng pencegahan terhadap perundungan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hingga tindak kekerasan yang melibatkan anak usia sekolah.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam deklarasi tersebut mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja.

"Jangan sampai menyesal, maka keberadaan generasi muda harus dijaga dan dijauhkan dari praktik-praktik kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," kata Mbak Endah, sapaan akrabnya, Senin.

Menurut dia, budaya Jawa mengajarkan nilai eling lan waspada atau mengingat dan selalu waspada dalam menjalani kehidupan. Nilai tersebut dinilai tetap relevan diterapkan di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Ia mengatakan pelajar juga harus senantiasa mengingat jati diri, keluarga, serta tanggung jawab yang diemban sebagai generasi penerus bangsa. Pesan tersebut sejalan dengan amanat yang disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, terkait pentingnya menjaga sikap dan budi pekerti di tengah meningkatnya persoalan kenakalan remaja.

"Sikap yang kurang baik harus dihindari karena makin marak penyalahgunaan obat-obatan terlarang, penggunaan senjata tajam hingga minuman oplosan di kalangan remaja," katanya.

Endah berharap deklarasi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menjadi penguat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam menjaga tumbuh kembang anak usia sekolah.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Anak Usia Sekolah yang Berujung Tindak Pidana di Ruang Publik. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perlindungan terhadap pelajar dari berbagai perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

"Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, sekolah dan keluarga diharapkan masa depan generasi muda tetap terjaga dengan menjadi generasi unggul dan berkualitas," katanya.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga disampaikan Wakil Kepala SMA Negeri 1 Wonosari, Aris Feriyanto. Menurut dia, pelajar merupakan calon pemimpin masa depan yang perlu mendapatkan perlindungan dan pembinaan karakter secara berkelanjutan.

"Generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan sehingga harus dijaga serta dipersiapkan menjadi generasi yang unggul," katanya.

Ia mengungkapkan SMA Negeri 1 Wonosari telah melakukan sejumlah langkah pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Selain mendukung deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai, sekolah juga membentuk agen perubahan anti-perundungan dan anti-kekerasan yang melibatkan para siswa.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga membentuk komunitas pencinta perdamaian sebagai ruang penguatan karakter pelajar. Sebagai upaya mempercepat penanganan apabila terjadi dugaan perundungan, sekolah turut menyediakan layanan hotline pelaporan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.

"Kami juga ada pembentukan komunitas pencinta perdamaian. Untuk pencegahan, juga menyiapkan hotline untuk pelaporan saat terjadi perundungan," katanya.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya pelajar yang santun, berkarakter, serta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|