NYT: Pentagon Rahasiakan Puluhan Tentara AS yang Terluka Dihantam Serangan Iran

14 hours ago 6

Seorang wanita Iran berjalan di samping papan reklame raksasa anti-AS yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di dalam peti mati di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 15 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon dilaporkan tidak mengungkap puluhan personel militer Amerika Serikat (AS) yang terluka dalam serangkaian serangan Iran di Yordania pada pekan lalu. Informasi itu terungkap melalui laporan The New York Times pada Senin (20/7/2026) yang mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui operasi militer tersebut.

Menurut laporan tersebut, sebelum serangan Iran pada Jumat yang menewaskan dua prajurit AS dan menyebabkan seorang personel lainnya hilang di Yordania, Iran telah lebih dahulu melancarkan tiga serangan lain terhadap pangkalan militer AS di negara itu.

Ketiga serangan tersebut mengakibatkan puluhan personel AS terluka serta merusak sejumlah helikopter militer. Namun, Pentagon tidak mengumumkan serangan-serangan itu kepada publik, termasuk jumlah korban maupun kerusakan yang ditimbulkannya.

Laporan The New York Times menyebut, langkah Pentagon tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebutuhan menjaga kerahasiaan operasi militer dan kewajiban pemerintah memberikan informasi kepada publik terkait jalannya perang.

Dalam pernyataan resminya pekan lalu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) hanya menyebut serangan udara terhadap sasaran militer Iran dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. CENTCOM tidak menyinggung sama sekali serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan, termasuk di Yordania.

Seorang pejabat militer AS mengatakan, CENTCOM memang tidak diwajibkan mengumumkan setiap personel yang mengalami luka, terutama apabila mereka dapat segera kembali bertugas.

Pejabat militer lainnya beralasan, membuka informasi mengenai lokasi dan dampak serangan dapat membantu Iran meningkatkan akurasi serangan rudal balistik maupun drone terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah yang menjadi tempat penempatan ribuan personel militer Amerika.

Dengan alasan serupa, CENTCOM juga disebut menghentikan publikasi mengenai jumlah target di Iran yang diserang setiap hari.

Sejak gencatan senjata yang rapuh runtuh beberapa hari lalu, Pentagon juga dinilai sangat membatasi informasi mengenai strategi militer AS dalam perang yang telah berlangsung hampir lima bulan. Paparan resmi terakhir Pentagon mengenai perang tersebut dilakukan pada awal Mei.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|