Nestapa Korban Pengantin Pesanan di China, Ditipu dan Alami Kekerasan Seksual: Tolong Saya, Pak KDM

3 hours ago 5

Seorang ibu di Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Dartem (53 tahun), mengadukan anaknya yang menjadi korban pengantin pesanan di Cina. Ia berharap agar pemerintah membantu memulangkan anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Seorang perempuan asal Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di China. Korban yang bernama Kusnia (21 tahun) pun sempat mengirimkan video permintaan tolongnya, yang kemudian viral di media sosial.

Ia mengaku mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual, dan meminta bantuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar bisa pulang ke Kabupaten Indramayu.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepada yang terhormat Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi. Perkenalkan nama saya Kusnia, saya dari Indramayu, Jawa Barat. Saya sekarang berada di negeri China. Saya adalah salah satu korban pengantin pesanan, Pak,” ujar Kusnia, dalam rekaman video yang diterima Republika, Selasa (12/5/2026).

“Tolong saya ingin pulang, Pak. Saya tersiksa di sini. Saya sering kali mendapatkan kekerasan seksual. Jika saya tidak menuruti kemauan dia, dan berkas-berkas saya semua termasuk paspor saya ditahan,” tambah Kusnia.

Kusnia mengaku dibawa oleh dua WNI hingga bisa sampai ke China. Ketika ia mengadu kepada mereka, ia justru mendapat ancaman.

Ditemui terpisah, ibu kandung Kusnia, Dartem (53), menjelaskan, anaknya selama ini memang sangat ingin bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi, ayah Kusnia telah meninggal dunia dan ibunya hanya sebatas buruh tani.

Kusnia kemudian dihubungi oleh temannya yang bernama Reni, yang sedang berada di China. Saat itu, Kusnia ditawari pekerjaan di restoran di Cina.

Untuk itu, Kusnia diminta pergi ke agen di Tangerang. Namun sesampainya di Tangerang, Kusnia justru ditawari untuk menjadi pengantin pesanan di China oleh agen yang bernama Meli.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|