Jelang Puncak Pergeseran ke Makkah, Petugas Diimbau Siaga dan tak Boleh Ada Jamaah Tertinggal

5 hours ago 4

Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman (kiri) saat memimpin apel di Sektor 3 Madinah, Senin (11/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Guna memastikan kesiapan total seluruh petugas dalam melayani jamaah haji Indonesia, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, dalam beberapa waktu ini turun langsung ke sektor guna memimpin apel pagi. 

Kali ini apel dinilai krusial mengingat kini merupakan fase akhir keberangkatan jamaah haji dari Madinah menuju Makkah Al-Mukarramah.

​Khalilurrahman menegaskan bahwa urgensi apel pagi kali ini adalah untuk menjamin seluruh petugas berada dalam posisi siap siaga. "Saya tekankan paling tidak ada tiga poin utama yang harus menjadi perhatian. Yakni pastikan tidak ada jamaah yang tertinggal, distribusi konsumsi yang merata serta kesiapan ibadah," katanya usai memimpin apel di Sektor 3, Senin (11/5/2026) waktu setempat.

Sebelumnya, pada hari yang sama Khalilurrahman juga memimpin apel di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Apel pagi merupakan agenda wajib yang digelar di seluruh sektor, termasuk Kantor Daker guna mengawali kegiatan pada hari tersebut.

Khalilurrahman menguraikan, petugas diminta meningkatkan kewaspadaan dan kecermatan. Hal ini karena sebelumnya terdapat jemaah yang masih berada di area Masjid Nabawi saat bus keberangkatan sudah siap diberangkatkan. Kemudian juga memastikan setiap jamaah menerima jatah konsumsi untuk perjalanan.

"Kemarin ada kejadian jamaah lupa membawa konsumsinya. Melalui apel ini, kita pastikan layanan keamanan, kenyamanan, hingga konsumsi siap diterima jamaah," ujarnya.

Selain teknis keberangkatan, aspek bimbingan ibadah juga menjadi prioritas agar jamaah dapat menjalankan prosesi menuju Makkah sesuai syariat.

​Dalam kesempatan tersebut, Khalilurrahman juga menyampaikan evaluasi penting yang ditujukan kepada para Ketua Regu (Karu), Ketua Rombongan (Karom), dan Ketua Kloter. Jemaah diharapkan sudah siap di dalam bus dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini penting agar jadwal perjalanan menuju Makkah tidak terhambat.

Karom juga wajib memastikan bahwa makanan yang disiapkan oleh seksi konsumsi telah diterima sepenuhnya dan dibagikan kepada seluruh jemaah sebelum bus bergerak. "Alhamdulillah, berkat kekompakan, kerja sama tim, keikhlasan, dan kesabaran seluruh petugas, sejauh ini pelayanan dan pemberangkatan jamaah Indonesia di Madinah berjalan dengan aman, lancar, dan tertib," kata Khalilurrahman.

Sementara itu, di Sektor 3 puncak keberangkatan jamaah dari Madinah menuju Makkah akan terjadi pada Selasa (12/5/2026). Di mana pagi hari terdapat tujuh kloter, siang hari satu kloter dan sore hari tujuh kloter. Dengan demikian total 15 kloter akan berangkat dari Sektor 3 Madinah menuju Makkah al Mukarramah dengan total lebih dari 120 armada bus atau sekitar 4.000 jemaah. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|