Merger BUMN Karya Mundur, Restrukturisasi Utang Jadi Sorotan

15 hours ago 5

Merger BUMN Karya Mundur, Restrukturisasi Utang Jadi Sorotan

Seorang pejalan kaku melintas di depan papan nama Kantor Danantara, jakarta. Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana merger BUMN Karya dipastikan bergeser dari target semula pada Juni 2026 menjadi kuartal IV/2026. Penundaan tersebut dilakukan untuk memastikan proses restrukturisasi keuangan dan pembenahan internal perusahaan konstruksi pelat merah dapat berjalan secara optimal sebelum konsolidasi dilaksanakan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan-perusahaan pelat merah, terutama dalam menyelesaikan kewajiban keuangan dan memperbaiki arus kas operasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan masih terdapat sejumlah tahapan restrukturisasi yang perlu diselesaikan sebelum merger dilaksanakan pada akhir tahun.

“BUMN Karya awalnya kan Juni, yang kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat karena memang masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikannya,” ujar Dony saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Penataan ulang struktur modal dan perbaikan kondisi keuangan menjadi fokus utama dalam proses transformasi tersebut. Pemerintah menilai konsolidasi tujuh BUMN Karya menjadi tiga entitas utama harus didahului dengan penyehatan fundamental masing-masing perusahaan agar model bisnis yang terbentuk lebih berkelanjutan.

Upaya pembenahan itu mencakup penyelesaian restrukturisasi kewajiban, penguatan arus kas, hingga penurunan beban bunga operasional yang masih menjadi tantangan sejumlah emiten konstruksi pelat merah, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).

Dalam proses transisi tersebut, Danantara juga melakukan koordinasi dengan jajaran Direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan manajemen BUMN Karya untuk merumuskan skema penyehatan yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Pada awal Juli 2026, Danantara bersama Bank Mandiri, BRI, dan BNI menyusun skema dukungan pendanaan bagi PTPP dan ADHI. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung proyek-proyek produktif yang dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Sementara itu, arah transformasi bisnis yang lebih spesifik juga tengah disiapkan bagi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT). Hasil evaluasi bersama manajemen WSKT pada pekan lalu menunjukkan perusahaan didorong untuk lebih fokus mengembangkan sektor pengoperasian jalan tol sebagai salah satu sumber pendapatan utama.

Strategi tersebut ditopang oleh portofolio infrastruktur yang dimiliki melalui PT Waskita Toll Road (WTR) yang mengendalikan enam entitas pengelola ruas jalan tol strategis di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujar Dony dalam keterangan tertulisnya.

Perubahan fokus bisnis tersebut berjalan beriringan dengan perbaikan kinerja operasional perusahaan. Pada semester I/2026, WSKT berhasil menekan rugi bersih sebesar 16,96% secara tahunan menjadi Rp1,91 triliun.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa proses transformasi yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif. Penyehatan struktur keuangan dan penguatan model bisnis diharapkan dapat meningkatkan daya tahan perusahaan menghadapi tantangan industri konstruksi yang masih berlangsung.

Danantara optimistis pembenahan tata kelola, penyelesaian kewajiban keuangan, dan penguatan fokus bisnis di setiap entitas kontraktor pelat merah akan menjadi fondasi penting sebelum merger BUMN Karya direalisasikan pada kuartal IV/2026. Konsolidasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan perusahaan yang lebih sehat dan memiliki kapasitas lebih baik dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|