Sejumlah petani di Kapanewon Wates mulai memanen padinya dan langsung menggilingnya di sawah tepatnya di Kalurahan Triharjo, Minggu (8/3/2026). Para petani ini ada yang bertugas menggiling padi, ada juga yang bertugas mengangkutnya - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kabupaten Kulonprogo memprediksi sekitar 1.880 hektare lahan padi akan memasuki masa panen sepanjang Maret 2026. Luasan panen tersebut merupakan tanaman yang ditanam pada masa tanam Desember 2025.
Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dispertapang Kulonprogo, Wazan Mudzakir, mengatakan luas panen tersebut tersebar di sejumlah kapanewon.
Kapanewon Temon menjadi wilayah dengan prediksi luas panen terbesar yakni 536 hektare, disusul Kapanewon Wates sekitar 336 hektare.
“Angka Maret memang masih bersifat prediksi atau angka sementara, namun jika melihat realisasi luas panen yang ada, kami cukup optimistis dengan target 6,8 ton per hektare tersebut,” kata Wazan saat dihubungi, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, dari total lahan 1.880 hektare tersebut setiap hektare ditargetkan mampu menghasilkan 6,8 ton gabah kering giling (GKG).
Wazan menjelaskan, panen pada Maret ini merupakan hasil dari masa tanam I golongan dua yang dimulai pada November hingga Desember 2025. Sementara itu, masa tanam I golongan satu yang dilakukan pada Agustus hingga September 2025 telah lebih dahulu dipanen pada Januari 2026.
Di Kulonprogo, masa tanam memang dibedakan berdasarkan periode tanam yang telah diatur.
“Yang ditanam bulan Desember itu panennya pada Maret ini. Karena perbedaan waktu tanam. Golongan satu mulai tanam Agustus-September, sedangkan golongan dua mulai November-Desember,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian tanaman dari masa tanam Desember 2025 diperkirakan masih ada yang dipanen pada April atau setelah Idulfitri.
Berdasarkan kondisi tersebut, kebutuhan beras masyarakat Kulonprogo menjelang Lebaran diperkirakan tetap aman dan tidak mengalami defisit.
Wazan juga menyebutkan beberapa wilayah memiliki luas panen relatif kecil pada Maret. Kapanewon Kalibawang diprediksi hanya panen sekitar empat hektare, sementara Kapanewon Galur sekitar enam hektare.
Jumlah tersebut kecil karena sebagian besar lahan di dua wilayah tersebut telah lebih dahulu dipanen pada Januari.
“Galur panen pada Januari mencapai 187 hektare, sedangkan Kalibawang pada periode yang sama sekitar 169 hektare,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani Kalurahan Kulwaru, Wates, Mulyono, mengatakan petani di wilayahnya sudah mulai memanen padi sejak sekitar 10 hari terakhir.
Menurut dia, panen masih akan berlangsung hingga setelah Idulfitri karena masih ada tanaman padi yang belum menguning.
“Kulwaru sudah sekitar 10 hari ini panen padi dan sampai sekarang masih berlangsung. Diperkirakan setelah Lebaran masih ada yang panen untuk padi yang umurnya panjang,” kata Mulyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































