Lubang di Sisi Kanan PSS Terbongkar di Banjarmasin

5 hours ago 3

Harianjogja.com, SLEMAN—Kelemahan di sisi kanan pertahanan PSS Sleman mulai jadi perhatian serius setelah dieksploitasi lawan dalam laga terakhir melawan Barito Putera.

Kondisi ini memaksa tim pelatih segera mencari solusi, mengingat posisi bek kanan menjadi salah satu titik rawan yang berpengaruh langsung terhadap hasil pertandingan.

Dalam laga di Banjarmasin akhir pekan lalu, serangan Barito Putera kerap mengarah ke sisi kanan pertahanan PSS, yang akhirnya berujung pada gol penentu kemenangan lawan. Situasi ini menunjukkan perlunya evaluasi cepat sebelum pertandingan berikutnya.

Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai pemain yang diturunkan di posisi tersebut sebenarnya sudah menunjukkan upaya maksimal. Saiful Djoge yang dimainkan sebagai bek kanan dinilai tampil cukup baik di awal laga.

"Saya pikir Saiful bermain dengan cukup baik, namun dia kelelahan. Kanu juga kurang beruntung di dua momen. Padahal biasanya dia bisa bermain, dia juga melakukannya dengan baik dalam dua pekan terakhir," kata Huistra pada Selasa (14/4/2026).

Namun, performa tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan. Saiful yang mulai kelelahan ditarik pada menit ke-59 dan digantikan Muhammad Kanu. Pergantian ini belum mampu menutup celah di sisi kanan.

Sekitar 18 menit setelah pergantian, tepatnya menit ke-77, PSS kebobolan. Gol tercipta setelah pemain Barito berhasil menembus sisi kanan pertahanan sebelum mengirimkan umpan yang diselesaikan Renan Alves.

Situasi ini mempertegas bahwa posisi bek kanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim. Sepanjang musim ini, PSS memang kerap melakukan rotasi pemain di posisi tersebut.

"Di posisi bek kanan, kami sudah banyak melakukan perubahan. Banyak pemain yang bermain di sana. Jadi untuk pertandingan berikutnya akan bagus, harus bagus dan akan berbeda," tegasnya.

Di tengah upaya mencari komposisi terbaik, dua nama yang sebelumnya absen kini mulai kembali diperhitungkan, yakni Nuri Fasya dan M. Fariz. Keduanya sempat mengalami musim sulit akibat cedera yang mengganggu konsistensi bermain.

Kabar positifnya, Nuri dan Fariz kini sudah kembali mengikuti sesi latihan bersama tim. Meski demikian, keduanya masih perlu waktu untuk mengembalikan ritme permainan setelah lama absen.

"Mereka berdua melewati musim yang sulit karena banyak mengalami cedera. Jadi ya sekarang mereka sudah mengikuti sebagian besar sesi latihan, tetapi mereka belum memiliki banyak ritme bertanding, mereka tidak bermain di banyak pertandingan akibat cedera," ujarnya.

Peluang keduanya untuk kembali mengisi posisi bek kanan tetap terbuka, namun dengan syarat kondisi fisik harus benar-benar pulih.

"Jadi mari kita lihat bagaimana perkembangannya minggu ini. Pada prinsipnya mereka juga kandidat untuk posisi bek kanan. Tapi mereka harus bugar, bugar sepenuhnya, dan itu yang menjadi masalah bagi mereka berdua di musim ini," tegasnya.

Dengan kondisi ini, PSS dituntut segera menemukan solusi terbaik agar kelemahan di sisi kanan tidak kembali dimanfaatkan lawan pada pertandingan berikutnya, terutama dalam persaingan yang semakin ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|