Korban Selamat KM Nurul Salsa Bertambah Jadi 59 Orang

1 day ago 9

Korban Selamat KM Nurul Salsa Bertambah Jadi 59 Orang

Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat di Pulau Balaloho. Total korban selamat menjadi 59 orang, sementara 18 lainnya masih dalam pencarian. /Antara.

Harianjogja.com, MAKASSAR— Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali membuahkan hasil pada hari kelima, Minggu (19/7/2026). Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua penumpang dalam kondisi selamat setelah keduanya terdampar di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Dengan penemuan tersebut, jumlah korban selamat bertambah menjadi 59 orang, sementara 18 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari.

Kedua korban ditemukan oleh kapal nelayan KM Bari Baria 05 sebelum dievakuasi menggunakan KRI Marlin 877 menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan kedua korban yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama Nurmiati (46) dan Jasmal (24).

"Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho. Korban ditemukan KM Bari Baria 05 dan saat ini bersama KRI Marlin 877 sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng, Selayar," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan seluruh unsur SAR gabungan di wilayah pencarian. Basarnas memastikan seluruh personel dan armada tetap dioptimalkan untuk menemukan korban lain yang masih belum diketahui keberadaannya.

Hingga Minggu sore, data sementara menunjukkan dari total 78 penumpang, sebanyak 59 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian.

Operasi pencarian hari kelima mencakup area seluas 1.305 nautical mile persegi (NM²) yang dibagi menjadi empat sektor pencarian. Berbagai armada dikerahkan, antara lain KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta didukung personel TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan kapal-kapal nelayan.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan informasi penemuan kedua korban diperoleh setelah koordinasi dengan Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu. Keduanya ditemukan sekitar pukul 13.00 WITA oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana.

Nurmiati dan Jasmal diketahui merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ditemukan, keduanya bertahan di atas sebuah gabus sambil mengenakan jaket pelampung sebelum dievakuasi ke Pulau Matala'ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.

Dari keterangan awal kedua korban, mereka sempat bertahan bersama tiga penumpang lainnya di atas gabus setelah kapal tenggelam. Namun, setelah hanyut selama beberapa hari di laut, ketiga rekannya diduga meninggal dunia.

Menurut pengakuan korban, jenazah ketiga rekannya akhirnya dilepaskan ke laut karena kondisi jenazah telah membusuk setelah dua malam berada bersama mereka di tengah lautan. Identitas ketiga korban tersebut masih belum dapat dipastikan dan akan didalami penyidik setelah kondisi kedua korban memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Komandan KRI Marlin-877, Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring, mengatakan kedua korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dan pemeriksaan kesehatan setelah dinaikkan ke kapal perang TNI AL tersebut.

"Korban kami bawa ke Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut lagi di sana," katanya.

Meski telah menemukan dua korban selamat, operasi SAR belum dihentikan. Tim gabungan tetap melanjutkan penyisiran untuk mencari tiga korban lain yang disebut sempat bersama Nurmiati dan Jasmal serta penumpang lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan.

Sebagai informasi, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 penumpang. Kapal dilaporkan tenggelam setelah mengalami gangguan mesin di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar, sehingga memicu operasi pencarian berskala besar yang masih berlangsung hingga saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|