REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekarang coba lihat sekitar kamu. Bayar kopi pakai e-wallet, beli pulsa lewat aplikasi, transfer uang tanpa ke bank, bahkan investasi saham bisa dari kamar kos.
Di era ekonomi modern yang serba digital ini, hampir semua aktivitas keuangan pindah ke smartphone. Di sinilah kenapa keahlian digital finance menjadi penting buat mahasiswa.
Digital finance bukan hanya soal mengerti uang, tapi mengerti bagaimana sistem keuangan digital bekerja. Mulai dari alur transaksi online, cara kerja payment gateway, analisis data keuangan, sampai memahami perilaku konsumen digital. Perusahaan sekarang tidak hanya mencari orang yang jago teori, tapi yang paham teknologi sekaligus ngerti bisnis dan keuangan modern.
Gen Z sebenarnya memiliki modal besar. Kita tumbuh bareng teknologi. Lebih dari 75% Gen Z pakai e-wallet buat bayar kebutuhan harian, dari transportasi online sampai belanja bulanan.
Banyak juga yang sudah memakai aplikasi investasi, fitur paylater, digital banking, bahkan pinjaman online. Kebiasaan ini bikin industri keuangan berubah cepat. Perusahaan berlomba-lomba bikin layanan yang lebih praktis, aman, dan berbasis data. Artinya? Mereka butuh talenta yang ngerti digital finance.
Kenapa skill ini jadi wajib? Pertama, hampir semua industri sekarang menggunakan sistem keuangan digital, bukan cuma fintech. Retail, kesehatan, pendidikan, logistik, semuanya sudah terdigitalisasi.
Kedua, banyak posisi kerja baru yang muncul seperti Financial Data Analyst, Fintech Product Analyst, Digital Banking Specialist, sampai Fraud Analyst. Ketiga, gajinya kompetitif karena kebutuhan talenta digital masih lebih besar dibanding jumlah SDM yang siap. Keempat, kombinasi skill bisnis, teknologi, dan keuangan itu jadi “paket lengkap” yang paling dicari di era AI dan data analytics.
Terus bagaimana cara mahasiswa bisa menguasai digital finance? Kuncinya ada di pengalaman praktik, bukan cuma teori. Belajar analisis data transaksi, simulasi manajemen risiko, ikut proyek berbasis kasus nyata, sampai magang di perusahaan digital bakal bikin kamu jauh lebih siap masuk dunia kerja.
Di sinilah pentingnya memilih kampus yang benar-benar fokus pada industri digital. Cyber University yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia menghadirkan Company Learning Program (CLP) dengan konsep 3 Tahun Kuliah + 1 Tahun Magang profesional. Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar teori digital finance di kelas, tetapi juga terjun langsung ke perusahaan mitra, mengerjakan proyek nyata, memahami sistem transaksi digital, hingga membangun portofolio sebelum lulus.
Selama satu tahun magang penuh, mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Mereka tidak sekadar “mencoba”, tetapi benar-benar dilibatkan dalam ekosistem kerja profesional.
Inilah yang membuat lulusan lebih siap, lebih percaya diri, dan memiliki nilai tambah saat bersaing di dunia kerja digital, khususnya di sektor fintech, startup, dan bisnis berbasis teknologi.
Di era ekonomi modern, digital finance bukan lagi skill tambahan, melainkan skill wajib. Kalau kamu ingin lulus dengan pengalaman kerja nyata, punya portofolio profesional, dan siap masuk industri digital tanpa ragu, sekarang saatnya ambil langkah serius. Gabung ke Cyber University dan mulai bangun masa depan karier digitalmu dari hari ini.

1 hour ago
1

















































