Kementerian Pendidikan Malaysia Studi Banding ke Sekolah Gagasceria

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kementerian Pendidikan Malaysia (Divisi PERMATA), SEAMEO CECCEP, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, melakukan kunjungan ke sekolah Gagasceria, Selasa (4/8/2026).

Menurut Deputi Direktur SEAMEO CECCEP, Widodo Suhartoyo, Kementerian Pendidikan Malaysia melakukan kunjungan ke Gagasceria sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

"Sebagai salah satu sekolah yang mengembangkan praktik pembelajaran inovatif, Gagasceria mendapat kesempatan berbagi pengalaman mengenai implementasi pembelajaran yang berpusat pada anak, bermakna, mendalam, dan relevan dengan tantangan masa depan," papar Widodo.

Dalam kunjungan tersebut, kata Widodo, para delegasi mengamati langsung proses pembelajaran di kelas, budaya belajar yang dibangun di lingkungan sekolah. Selain itu mereka juga melihat berbagai praktik baik yang menjadi ciri khas Gagasceria dalam mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.

Diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di tingkat regional.

Menurut Kepala Sekolah Preschool Gagasceria, Dewi Caturwulandari, sebagai

Sekolah Model PM dan KKA, pihaknya terus mengembangkan ekosistem belajar yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Di sisi lain, mereka juga melakukan penguatan karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi secara bijaksana.

"Pendekatan ini diwujudkan melalui pengalaman belajar yang bermakna sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya," katanya.

Dewi menjelaskan, kehadiran delegasi dari Malaysia, SEAMEO CECCEP, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia semakin memperkuat komitmen Gagasceria untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang terus berinovasi, membangun jejaring internasional, serta menghadirkan pembelajaran yang berdampak bagi setiap anak.

"Kami berharap, kolaborasi lintas negara dapat terus berkembang, membuka ruang berbagi praktik baik, serta menginspirasi transformasi pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada masa depan," paparnya.

Menurut Dewi, dalam kunjungan tersebut, Kementerian Pendidikan Malayasia, tertarik dengan konsep pendidikan inklusi di Gagasceria. Karena, menerima siswa berkebutuhan khusus yang belajarnya disekelaskan dengan siswa lainnya.

Menurut Noor Azila bintu Fadzin dari Bahagian Permata Kementerian Pendidikan Malaysia, pihaknya datang ke Bandung untuk mempelajari sekolah pendidikan dasar, di Indonesia. "Kami melihat, disini siswa berkebutuhan khusus di sini digabungkan dengan siswa lainnya," katanya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|