Jalin Sinergi, Bea Cukai Perluas Akses Ekspor, Investasi, dan Pendampingan UMKM

1 hour ago 4

Bea Cukai terus mendorong terbangunnya ekosistem ekspor yang kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah (pemda), pelaku usaha, dan mitra strategis untuk mendorong peningkatan ekspor nasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi di Manado, Kabupaten Bekasi, dan Balikpapan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur logistik, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pendampingan UMKM agar mampu menembus pasar internasional.

Di Manado, Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara memfasilitasi pertemuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan delegasi China Merchants Port Group dan SITC Group guna membahas peluang investasi di Pelabuhan Bitung sekaligus pengembangan layanan direct call Bitung-Tiongkok.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan delegasi perusahaan asal Tiongkok untuk menjajaki potensi kerja sama dalam pengembangan pelabuhan dan ekosistem logistik di kawasan timur Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, berbagai pemangku kepentingan membahas pengembangan infrastruktur pelabuhan, konektivitas logistik, serta penguatan jaringan perdagangan Indonesia–Tiongkok.

China Merchants Port Group menyampaikan ketertarikannya untuk menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai salah satu lokasi investasi logistik baru, sementara SITC Group menyatakan komitmennya mendukung peningkatan layanan pelayaran seiring meningkatnya arus perdagangan antara Bitung dan Tiongkok.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan investasi dan memperlancar arus barang melalui pelabuhan tersebut.

Di Kabupaten Bekasi, Bea Cukai Cikarang bersinergi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi menyelenggarakan pembinaan bagi pelaku usaha ekspor dengan tema Bagaimana Memulai Ekspor.

Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai tahapan ekspor, pemenuhan ketentuan kepabeanan, hingga pemanfaatan berbagai fasilitas yang tersedia bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Sementara itu, di Balikpapan, Bea Cukai Balikpapan turut mendukung pengembangan Program Desa Devisa melalui kegiatan Meet to Match (M2M) Batch 4 di Kelurahan Karang Joang.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi pemerintah, Bank Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), kelompok tani, serta pihak swasta untuk mengembangkan potensi ekspor berbasis produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai memberikan pendampingan terkait prosedur ekspor, pemanfaatan Klinik Ekspor, serta layanan asistensi bagi pelaku usaha.

Program Desa Devisa diharapkan mampu menjadi pusat pengumpulan, pengolahan, dan pemasaran produk pertanian bernilai tambah sehingga semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar internasional.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan keberhasilan meningkatkan kinerja ekspor memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, Bea Cukai terus mendorong terbangunnya ekosistem ekspor yang kuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra strategis.

‘’Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang investasi dan memperkuat konektivitas logistik, tetapi juga meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional. Kami akan terus menghadirkan pelayanan, asistensi, dan fasilitasi yang mendukung pertumbuhan ekspor nasional," ujar Budi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|