Kementerian PU Kebut Pembangunan Infrastruktur Merauke, Targetkan Biaya Produksi Petani Turun

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang terpusat di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan tersebut harus mampu menekan biaya produksi petani agar pendapatan mereka meningkat.

Dody mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak boleh menambah beban biaya yang harus ditanggung petani. Menurut dia, seluruh infrastruktur yang dibangun harus mendukung peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

"Tidak boleh ada tambahan biaya (cost) lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody.

Untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian, Kementerian PU terus membangun jaringan irigasi, infrastruktur pengendalian banjir, hingga jalan yang menghubungkan kawasan produksi pangan.

Hingga Juli 2026, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah membangun saluran irigasi primer sepanjang 44 kilometer dari target 135,4 kilometer di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke. Sementara itu, pembangunan saluran irigasi sekunder telah mencapai 16,31 kilometer dari target 61,6 kilometer.

Pada kawasan demonstration plot (demplot) pertanian seluas 1.200 hektare, pembangunan jaringan irigasi juga terus berjalan dengan progres mencapai 88 persen atau sepanjang 20,45 kilometer dari total rencana 24,2 kilometer.

Selain irigasi, Kementerian PU mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir untuk menjaga keberlanjutan kawasan pertanian. Hingga saat ini, progres pembangunan Paket I mencapai 39,02 persen, sedangkan Paket II mencapai 36,65 persen.

Di sektor konektivitas, Direktorat Jenderal Bina Marga membangun jalan KSPP Wanam untuk memperlancar distribusi logistik dan menekan biaya angkut hasil pertanian.

Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting Segmen I telah mencapai progres 3,59 persen, lebih tinggi dibandingkan target 1,30 persen. Meski konstruksi masih berlangsung, sepanjang 58 kilometer ruas jalan sudah dapat difungsikan.

Sementara itu, pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting Segmen II telah mencapai progres 10,06 persen. Dari target pembangunan sepanjang 80 kilometer, sekitar 50 kilometer trase jalan telah berhasil dibuka sebagai bagian dari percepatan konektivitas kawasan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|