Bandara Sultan Hasanuddin Tanam 60 Ribu Mangrove, Ternyata Ini Kaitannya dengan Keselamatan Pesawat

2 hours ago 2

Ilustrasi tanam mangrove.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan bantuan sebanyak 60 ribu bibit mangrove untuk mendukung pelestarian kawasan pesisir sekaligus pengembangan ekowisata mangrove di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang tidak hanya berorientasi pada konservasi lingkungan, tetapi juga mendukung keselamatan operasional penerbangan.

Bantuan senilai total Rp250,5 juta itu disalurkan melalui Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat. Selain penyediaan 60 ribu bibit mangrove senilai Rp77,5 juta, program tersebut juga mencakup dukungan pembangunan sarana dan prasarana kawasan mangrove agar dapat dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Ruly Artha mengatakan pelestarian lingkungan pesisir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan operasional penerbangan yang aman dan berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan kawasan sekitar bandara harus dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang memperhatikan keseimbangan antara aspek ekologis dan keselamatan penerbangan.

"Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus keselamatan penerbangan," kata Ruly di Makassar, Senin.

Menurut dia, pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Upaya menjaga ekosistem pesisir dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan kawasan bandara yang lebih aman dan ramah lingkungan.

"Melalui bantuan tersebut, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, serta mendukung operasional bandara yang aman, selamat, dan berkelanjutan," ujar Ruly.

Ia menjelaskan penanaman mangrove dilakukan berdasarkan kajian lingkungan yang komprehensif. Pengelolaan vegetasi di sekitar kawasan operasional bandara mempertimbangkan karakteristik habitat, kondisi ekosistem pesisir, hingga pola pergerakan satwa liar sehingga manfaat ekologis dapat diperoleh tanpa menimbulkan risiko baru bagi aktivitas penerbangan.

Ruly menegaskan setiap program penghijauan di kawasan sekitar bandara selalu dikoordinasikan dengan berbagai instansi terkait. Pendekatan tersebut dilakukan agar rehabilitasi lingkungan tetap sejalan dengan standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|