Cegah Remaja Asal Diet, PkM UNJ Kenalkan Konsep BMR di SMA Future Gate Bekasi

2 hours ago 2

Kegiatan bertajuk Peningkatan Pemahaman Basal Metabolic Rate (BMR) terhadap Optimalisasi Pengukuran Gizi yang dihadirkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di SMA Future Gate Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maraknya tren diet dan berbagai gaya hidup modern yang berseliweran di media sosial kerap membuat generasi muda terjebak dalam pola konsumsi yang kurang tepat. Banyak remaja berusaha menjaga bentuk tubuh atau meningkatkan kebugaran hanya dengan mengandalkan asumsi, ikut-ikutan tren, atau sekadar membatasi porsi makan tanpa benar-benar memahami apa yang dibutuhkan oleh tubuh mereka sendiri.

Padahal, fondasi utama dari tubuh yang sehat dan berenergi tidak berawal dari seberapa ketat sebuah diet dijalankan, melainkan dari sejauh mana seseorang mengenali kebutuhan energi dasarnya. Menjawab tantangan literasi kesehatan di tingkat remaja tersebut, sebuah langkah edukatif dihadirkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Bertempat di SMA Future Gate Bekasi, Dosen UNJ Ahmad Syauqi Al-Fanjari, S.Or., M.Or., menginisiasi kegiatan bertajuk "Peningkatan Pemahaman Basal Metabolic Rate (BMR) terhadap Optimalisasi Pengukuran Gizi". Program ini hadir untuk membekali para siswa dengan pemahaman ilmiah mengenai Basal Metabolic Rate (BMR), konsep krusial yang menjadi pijakan awal dalam menghitung kebutuhan energi harian dan merancang pola makan yang personal serta seimbang.

Sesi edukasi ini dikemas secara interaktif. Para siswa tidak hanya diajak menyimak paparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi serta praktik sederhana untuk menghitung BMR mereka masing-masing. Peserta diajak mengurai benang merah antara angka BMR, total kebutuhan kalori harian, intensitas aktivitas fisik, hingga status gizi secara keseluruhan. Dengan memahami variabel-variabel tersebut, para remaja memiliki panduan yang lebih terukur dalam menjaga kebugaran tubuh mereka.

Ahmad Syauqi mengatakan literasi mengenai BMR menjadi sangat krusial bagi kelompok usia remaja yang tengah berada dalam fase pertumbuhan pesat. Pada masa transisi ini, kecukupan nutrisi tidak hanya berpengaruh pada aspek fisik, tetapi juga menentukan konsentrasi belajar di sekolah serta daya tahan saat berolahraga.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|