REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah kehilangan delapan unit pesawat nirawak (drone) MQ-9 Reaper di Timur Tengah sejak 1 April lalu. Laporan CBS menyebutkan, tambahan ini meningkatkan jumlah total drone yang jatuh dalam perang dengan Iran menjadi 24 unit.
Berdasarkan laporan terbaru tersebut, dampak finansial dari kerugian ini diperkirakan mencapai sekitar 720 juta dolar AS atau Rp12,034 Triliun (Kurs Rp 17.090/Dolar). Angka ini didasarkan pada estimasi harga satu unit drone Reaper yang dibanderol 30 juta dolar AS atau lebih, tergantung pada spesifikasi modelnya.
MQ-9 Reaper sendiri merupakan pesawat tak berawak produksi General Atomics Aeronautical Systems. Alutsista canggih ini dirancang untuk menjalankan misi pengumpulan intelijen, pengawasan, pengintaian, hingga serangan presisi.
Middle East Monitor yang melansir data dari CBS News mengindikasikan bahwa AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 13.000 target di seluruh wilayah Iran sejak operasi gabungan dimulai pada 28 Februari. Di sisi lain, data yang sama menunjukkan bahwa Iran telah menghantam berbagai sasaran di 12 negara di seluruh kawasan selama konflik berlangsung.
Meskipun gencatan senjata selama dua pekan telah diumumkan pada Selasa lalu, situasi di lapangan masih tegang. Israel dilaporkan terus melanjutkan serangan udara ke wilayah Lebanon di tengah upaya deeskalasi tersebut.

6 hours ago
3















































