Munas-Konbes NU 2026, Gus Ma'shum: Adab Harus Jadi Pilar Penguatan Jam'iyah

2 hours ago 2

Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu (3/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'shum Faqih mengusulkan adab organisasi atau jam'iyah menjadi salah satu rekomendasi strategis dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur pada 20-21 Juni 2026.

Menurut Gus Ma'shum, panggilan akrabnya, penguatan organisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan sistem, program kerja, maupun tata kelola kelembagaan. Di tengah dinamika organisasi yang semakin kompleks, NU juga perlu memperkuat tradisi adab yang selama ini menjadi karakter utama pesantren dan fondasi kehidupan jam'iyah. 

"NU dibangun oleh para ulama pesantren. Karena itu, tata kelola organisasi harus berjalan beriringan dengan tata krama organisasi. Sistem yang baik harus ditopang oleh adab yang baik," ujar Gus Ma'shum dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sebagai anggota Steering Committee (SC) Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU, ia menilai nilai-nilai adab harus terus dirawat agar menjadi pedoman dalam kehidupan organisasi. Tradisi musyawarah, penghormatan kepada ulama, sikap saling menghargai dalam perbedaan pendapat, serta kesadaran menjalankan fungsi masing-masing unsur organisasi merupakan warisan penting yang perlu dijaga. 

Gus Ma'shum menegaskan, adab memiliki posisi yang sangat penting dalam ajaran Islam. Ia mengutip pandangan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, yang mengajarkan bahwa tauhid melahirkan iman, iman melahirkan syariat, dan syariat melahirkan adab.

"Hadratussyekh mengajarkan bahwa adab merupakan puncak dari bangunan tauhid, iman, dan syariat. Nilai itulah yang selama ini menjadi kekuatan pesantren dan perlu terus dihadirkan dalam kehidupan organisasi,"tegas dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|