Sekolah Asal Jaksel Ini Raih Award Jadi yang Terbaik di Asia untuk Pendidikan Berdampak

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Keunggulan akademik bukan lagi satu-satunya tolok ukur dalam menentukan prestasi sebuah sekolah. Lembaga pendidikan kini juga semakin diakui atas dampak positif yang mampu mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan.

Perhatian yang semakin besar terhadap pendidikan yang berlandaskan tujuan dan dampak tersebut tercermin dalam Brands For Good Awards 2026, sebuah ajang yang mengapresiasi organisasi yang mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan secara nyata, sejalan dengan keunggulan organisasi. 

Perubahan cara pandang tersebut turut melatarbelakangi penyelenggaraan Brands For Good Awards 2026 yang bekerjasama dengan Singapore International Mastery Contests Center (SIMCC) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS).

Ajang tersebut kini memperkenalkan kategori baru, yaitu EDU FOR GOOD, yang memberikan pengakuan kepada sekolah dengan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang melampaui pencapaian akademik serta menciptakan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. 

Penilaian dalam Brands For Good Awards mencakup sejumlah aspek, antara lain kepemimpinan, keunggulan organisasi, dampak dari merek, serta kontribusi sosial dan lingkungan. Tahun ini, ajang ini diikuti oleh sekitar 110 merek dari lebih 25 negara dan berpuncak pada malam penganugerahan bertajuk “Together For Good” di D’Marquee @Downtown East, Singapura. 

Sekolah yang beralamat di Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, BINUS SCHOOL Simprug, mendapat gelar Champion dalam kategori EDU FOR GOOD. Aaron Wise, Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, mengatakan, gelar itu bukan sekadar sebuah penghargaan. Pengakuan ini menegaskan komitmen BINUS SCHOOL Simprug dalam membina siswa agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya, lewat keterangan tertulis, Sabtu(1/8/2026).

Menurut dia, komitmen ini ditanamkan sejak jenjang Primary Years Programme (PYP), ketika siswa belajar menghubungkan proses pencarian (inquiry) dengan tindakan yang bertanggung jawab (responsible action). Nilai tersebut terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang dipimpin siswa, dibawa oleh para alumni dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat, serta diperkuat oleh komunitas orang tua yang berbagi pengetahuan dan keahlian untuk memperkaya pembelajaran di luar kelas. 

Melalui pendekatan ini, ujar Aaron, BINUS SCHOOL Simprug memandang pendidikan berdampak bukan dari besarnya donasi atau banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari kemampuannya membentuk individu yang mampu mengubah empati menjadi aksi nyata serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. 

Beberapa program tersebut seperti perangkat bantu disabilitas netra bernama NAVCANE yang dibangun pelajar. Perangkat ini terpilih  dalam IB Global Youth Action Fund menunjukkan bagaimana inisiatif siswa dapat berkembang dari pembelajaran di kelas menjadi solusi yang berpotensi menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Program lainnya yakni PYPX dimana selama 25 pekan, siswa kelas 5 bekerja dalam sembilan kelompok untuk mengkaji berbagai persoalan nyata, mulai dari kemiskinan dan perumahan, deforestasi, limbah makanan, energi bersih, hingga pencemaran laut.

Hasil penyelidikan tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai proyek, seperti mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa dari komunitas dengan keterbatasan akses pendidikan, membuat stasiun pengisian daya bertenaga surya, menanam sayuran dan mengolah limbah makanan menjadi kompos, serta menanam pohon dan mangrove.

Melalui PYPX, siswa memahami bahwa dampak yang bermakna harus diawali dengan pemahaman yang menyeluruh terhadap suatu persoalan sebelum mereka merancang respons yang bertanggung jawab.

Aaron mengatakan, berbagai inisiatif tersebut mencerminkan keyakinan BINUS SCHOOL Simprug bahwa pendidikan melampaui pencapaian akademik. Keberhasilan juga diukur dari kemampuan sekolah dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian, kecakapan, dan wawasan global, serta mampu mengubah empati menjadi tindakan berbasis pemahaman dan solusi yang bermakna bagi masyarakat luas. 

“Perolehan gelar Champion pada Brands For Good Awards 2026 mendorong kami untuk terus bekerja sama dengan siswa, guru, orang tua, dan alumni dalam menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan. Di BINUS SCHOOL Simprug, kami percaya bahwa pendidikan melampaui keunggulan akademik, pendidikan adalah tentang membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dibekali pengetahuan, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk mewujudkan kepedulian tersebut menjadi tindakan serta perubahan positif di mana pun mereka berada,” ujar Aaron. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|