REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Prancis sukses menguji rudal udara-ke-udara generasi terbaru MICA NG dari jet tempur Rafale yang melaju dalam kecepatan supersonik. Rudal ini dikembangkan untuk menghadapi ancaman udara modern, mulai dari drone, rudal jelajah yang sangat lincah, hingga target berjejak rendah yang sulit dideteksi.
Namun mengapa pengujian yang berlangsung di langit Mediterania itu menarik perhatian jauh melampaui perbatasan Prancis?
"Peluncuran ini memvalidasi seluruh rantai penyebaran versi inframerah MICA NG dalam lingkungan operasional yang sangat menuntut," demikian pernyataan Badan Pengadaan Pertahanan Prancis (DGA), sebagaimana diberitakan Aviation Week dan sejumlah media pertahanan beberapa waktu lalu.
Di balik bahasa teknis tersebut, tersimpan sebuah pencapaian penting. Prancis berhasil memvalidasi kinerja sistem pencari inframerah atau infrared seeker MICA NG dalam kondisi penerbangan supersonik, sebuah lingkungan yang jauh lebih menantang dibanding penerbangan biasa.
Mengapa hal itu penting?
Saat Rafale terbang lebih cepat daripada suara, badan pesawat dan rudal mengalami peningkatan suhu akibat gesekan udara. Kondisi tersebut membuat perbedaan panas antara target dan lingkungan sekitar menjadi jauh lebih tipis, sehingga sistem pencari inframerah harus bekerja lebih keras untuk membedakan sasaran dari latar belakangnya.
Itulah tantangan yang ingin ditaklukkan Prancis. Pada 1 Juni, DGA melakukan uji tembak MICA NG dari Rafale di kawasan pengujian rudal DGA di Laut Mediterania. Pengujian dilakukan dengan dukungan produsen rudal MBDA, Dassault Aviation, serta Angkatan Udara dan Antariksa Prancis.
Ada satu hal yang membuat pengujian ini berbeda. Menurut DGA, ini merupakan uji tembak pengembangan kedua MICA NG dari Rafale. Namun untuk pertama kalinya rudal tersebut dilepaskan dalam konfigurasi penerbangan supersonik, sehingga memberikan gambaran lebih realistis mengenai kinerjanya dalam kondisi operasional yang ekstrem.
Hasilnya berhasil. Uji coba tersebut memvalidasi seeker inframerah MICA NG, sistem yang memungkinkan rudal mendeteksi pancaran panas target dan mengoreksi lintasannya secara otomatis menuju sasaran. Dengan kemampuan itu, rudal tetap dapat berfungsi dalam kondisi yang sangat menuntut.
Kemampuan yang dibidik tidaklah biasa. Menurut MBDA, MICA NG dirancang untuk meningkatkan kemampuan menghadapi target dengan jejak inframerah dan elektromagnetik yang sangat rendah. Selain pesawat tempur konvensional, rudal ini dikembangkan untuk menghadapi drone, rudal jelajah yang sangat lincah, serta berbagai target berjejak rendah, termasuk pesawat siluman.
Di medan perang modern, ancaman seperti itu semakin banyak bermunculan. DGA menyebut uji coba ini merupakan tonggak penting menuju integrasi penuh MICA NG ke armada Rafale milik Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis.

1 hour ago
3
















































