Kapal tongkang menabrak tujuh rumah warga di Sayung, Demak akibat cuaca ekstrem. Sebanyak 12 warga mengungsi dan kerusakan masih didata. - Espos.
Harianjogja.com, DEMAK—Insiden kapal tongkang menabrak rumah warga terjadi di pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebanyak tujuh rumah di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung rusak setelah kapal tongkang menghantam jembatan dan permukiman warga akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa kapal tongkang menabrak rumah warga terjadi di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Insiden tersebut mengakibatkan tujuh rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 12 warga dilaporkan mengalami trauma dan sementara waktu mengungsi di masjid setempat untuk menghindari risiko lanjutan dari kondisi di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Sukiyono, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan peristiwa terjadi setelah kawasan pesisir diterjang angin kencang dan gelombang laut besar sejak Rabu (4/3/2026).
Cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir tersebut membuat kapal tongkang yang berada di perairan sekitar menjadi tidak terkendali. Kondisi ini kemudian memicu rangkaian kejadian yang berujung pada tabrakan dengan infrastruktur dan permukiman warga.
Puncaknya pada Jumat (6/3/2026), kapal tongkang yang berada di perairan sekitar wilayah tersebut menghantam jembatan di Dukuh Tambaksari hingga akhirnya menabrak rumah warga.
“Sudah ditangani oleh pihak yang berwenang, termasuk sudah ada kesepakatan dengan pihak warga dan pemilik kapal tongkang,” kata Agus saat dihubungi Espos, Selasa (10/3/2026).
Agus menyampaikan bahwa pihak perusahaan pemilik kapal tongkang telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami warga. Saat ini proses pendataan dan identifikasi kerusakan masih dilakukan untuk menghitung besaran kerugian material.
Menurut Agus, pihak perusahaan pemilik kapal menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga.
Di sisi lain, proses evakuasi kapal tongkang dari lokasi kejadian masih berlangsung. Namun upaya tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi cuaca ekstrem di wilayah pesisir yang masih terjadi.
Ia menambahkan proses evakuasi kapal tongkang juga masih berlangsung, namun terkendala kondisi cuaca ekstrem di wilayah pesisir.
“Pihak manajemen juga berupaya secepatnya mengevakuasi kapal tongkang, tetapi masih terkendala cuaca ekstrem,” jelasnya.
Salah seorang warga Dukuh Tambaksari, Wahib, mengatakan ada tujuh rumah warga yang terdampak akibat insiden tersebut.
Dari tujuh rumah tersebut, dua rumah dilaporkan roboh, dua rumah mengalami kerusakan sedang, dan tiga rumah lainnya mengalami kerusakan ringan akibat hantaman kapal tongkang.
“Sebanyak 12 keluarga mengungsi di masjid. Sudah tiga hari ini mereka berada di sana,” ujar Wahib.
Ia juga menyebut hingga kini kapal tongkang tersebut belum sepenuhnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Meski begitu, pihak perusahaan pemilik kapal telah menyampaikan komitmen untuk mengganti kerugian yang dialami warga terdampak.
“Ganti uang memang belum ada, tapi sudah ada pernyataan dari pihak perusahaan bahwa mereka siap mengganti kerugian,” katanya.
Namun hingga saat ini besaran ganti rugi yang akan diberikan kepada warga masih belum ditetapkan karena proses pembahasan masih berlangsung antara pihak perusahaan, warga, dan pihak terkait lainnya.
“ Saat ini kami masih fokus pada evakuasi kapal dulu supaya warga merasa lebih aman,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































