Kala Anak-Anak PMI di Malaysia Dapat Edukasi Seputar Literasi Digital

3 weeks ago 41

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Sebanyak 50 orang anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia mendapat edukasi bertajuk peningkatan literasi digital. 

Tujuannya, membantu anak mengakses informasi dengan cepat, memperkuat kemampuan pemecahan masalah melalui game interaktif, dan membuat pembelajaran lebih menarik.

Edukasi yang diinisiasi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini berlangsung di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Serdang yang merupakan pusat administrasi dari jaringan 15 SB At-Tanzil tersebar di berbagai wilayah Malaysia. Pelaksanaannya, 9-10 Juli 2026. 

Rektor Unjani Cimahi Agus Subagyo mengatakan, edukasi seputar literasi digital untuk anak-anak PMI di Malaysia melalui program Pekan Pengabdian Masyarakat ini komitmen menghadirkan dampak nyata bagi bangsa, bahkan hingga ke luar batas negara. 

"Bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan wujud tanggung jawab moral dari universitas. Ini bagian dari visi besar kami dalam memperluas jangkauan Tridarma Perguruan Tinggi ke kancah internasional," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).

Menurut dia, program ini dilaksanakan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unjani. Mereka bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). 

"Kegiatan ini melibatkan kolaborasi aktif dari dosen lintas program studi serta tenaga kependidikan," ucap Agus. 

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen kerja sama yang telah dirajut erat selama satu tahun terakhir demi mendukung pendidikan serta pemberdayaan masyarakat Indonesia di Malaysia.

Agus berharap pengabdian masyarakat inj sebagai salah satu kontribusi Unjani dalam dunia pendidikan dan dapat bermanfaat bagi putra-putri PMI yang ada di Malaysia. 

"Hal ini sebagai bagian dari mengoptimalkan keunggulan Unjani yang harapannya dapat selaras tidak hanya pada sisi akademik dan risetnya saja, tetapi juga pada sisi pengabdian kepada masyarakat," ujar Agus.

Lewat program literasi digital ini, juga kata Agus, anak-anak PMI dibekali pemahaman mendalam tentang cara memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman dan produktif. Juga melatih keterampilan motorik, meningkatkan kreativitas, dan mempersiapkan mereka dengan literasi teknologi sejak dini. 

Dikemas dengan metode interaktif dan menyenangkan, kegiatan dirancang agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi pasif, melainkan mampu menguasai keterampilan digital yang krusial demi menyongsong masa depan mereka di era transformasi global. 

"Bijak untuk memahami etika internet dan menyaring informasi. Aman melindungi diri dari bahaya siber di dunia maya. Kemudia produktif  dalam memanfaatkan perangkat digital untuk mendukung proses belajar mengajar," kata Agus

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|