Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Knesset (parlemen Israel) pada Senin menyetujui permintaan pemerintah untuk memperpanjang status mobilisasi militer darurat.
Keputusan ini memungkinkan tentara Israel terus memanggil pasukan cadangan hingga 30 September mendatang.
Menurut laporan situs berita The Times of Israel, dikutip Aljazeera, Selasa (4/8/2026) kebijakan tersebut memberi kewenangan kepada militer untuk memobilisasi hingga 240 personel personel cadangan.
Situs itu juga mencatat bahwa sejak Israel melancarkan perang di Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023, pemerintah secara rutin mengajukan perpanjangan perintah mobilisasi pasukan cadangan setiap beberapa bulan sekali.
Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa militer Israel sangat bergantung pada pasukan cadangan untuk menjalankan operasi militernya yang berlangsung di berbagai front.
Ketergantungan besar terhadap pasukan cadangan menjadi salah satu penyebab utama melonjaknya pengeluaran militer Israel.
Puluhan ribu personel cadangan terus dipanggil untuk bertugas dalam operasi yang berlangsung di lebih dari satu medan konflik sejak perang dimulai.
Beberapa hari lalu, harian Israel Hayom melaporkan bahwa militer Israel bersiap membebastugaskan sekitar 10 ribu tentara cadangan karena keterbatasan anggaran.

1 hour ago
3

















































