Paparan Gawai Anak di Bawah Usia 2 Tahun Berisiko Hambat Tumbuh Kembang

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memberikan gawai kepada anak saat rewel kerap menjadi pilihan sebagian orang tua untuk menenangkannya. Namun, kebiasaan tersebut dinilai justru dapat menghambat tumbuh kembang anak, terutama pada usia di bawah dua tahun yang merupakan periode emas perkembangan.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial, Dr dr I Gusti Ayu Trisna Windiani, mengatakan anak usia di bawah dua tahun sebaiknya tidak diperkenalkan dengan gawai. Pasalnya gawai dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

Hal ini juga sesuai dengan pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan zero screen time bagi anak usia di bawah dua tahun. Satu-satunya pengecualian adalah panggilan video singkat dengan pendampingan orang tua.

"Anak di bawah 2 tahun jangan dikasih gadget dulu. Karena itu bisa memengaruhi ke pertumbuhan anak," ujar dr Trisna dalam webinar yang digelar IDAI dipantau di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dokter Trisna menjelaskan, usia nol hingga dua tahun merupakan bagian dari seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode sejak pembuahan di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi masa emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Pada masa ini, kata dr Trisna, anak membutuhkan stimulasi psikososial yang optimal melalui interaksi langsung dengan orang tua, aktivitas bermain, dan eksplorasi lingkungan. Paparan gawai sejak dini justru dapat mengurangi kesempatan anak memperoleh stimulasi tersebut karena perhatian anak lebih banyak tertuju pada layar dibandingkan lingkungan sekitarnya.

Penggunaan gawai tidak hanya berpotensi memengaruhi perkembangan sosial dan perilaku anak, tetapi juga berdampak pada pola makan, pola tidur, hingga proses tumbuh kembang secara keseluruhan. "Jadi gadget itu bisa memengaruhi pola makan, pola tidur, kemudian perilaku dan perkembangan. Maka dari itu orang tua perlu hadir, jangan membiarkan anak tumbuh dengan gadget," kata dr Trisna.

Selain menghindari paparan gawai, orang tua juga perlu memastikan anak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dan tidur yang berkualitas. Asupan nutrisi bagi anak pada usia seribu hari kehidupan pertama bisa dipenuhi ASI Eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang hingga anak berusia 2 tahun.

"Jadi betul, nutrisi itu sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Jika anak nutrisinya bagus, maka tumbuh kembangnya pun akan optimal," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|