REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo membantah terlibat dugaan doxing atau penyebaran informasi pribadi di internet tanpa izin terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati yang mengkritik kebijakan kepemimpinannya di Kementerian PU.
"Saya ini lho, pegang media sosial, enggak. Gimana saya, tahu doxing ini dari mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa, kan enggak. Saya bukan pegiat media sosial," kata Dody kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Dody mengatakan istilah doxing merupakan kosakata yang baru dikenalnya. Ia juga menegaskan tidak mengetahui maupun terlibat dalam dugaan penyebaran data pribadi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
"Doxing ini kosa kata baru bagi saya. Enggak, Pak, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah, saya itu. Saya bilang saya masih Muslim, kan. Terus saya bilang demi Rasulullah, saya bawa, kan. Enggak mungkinlah. Ya, enggaklah," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dody setelah muncul sorotan publik terkait dugaan perundungan digital dan doxing yang dialami Nabiyla Risfa Izzati usai mengkritik polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat. Selain itu juga terkait dugaan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.
Selain menanggapi isu doxing, Dody mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya di media sosial, termasuk kritik terhadap kebijakan maupun gaya kepemimpinannya. "Enggak, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus. Membuat saya lebih bisa membagi diri sendiri lagi ke depannya. Enggak, enggak ada. Enggak ada masalah," kata Dody.

10 hours ago
3
















































