Jumali Selasa, 21 Juli 2026 17:27 WIB

Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia akan memulai perjuangannya di Piala AFF 2026 pada akhir Juli mendatang. Namun sebelum duel panas melawan Vietnam di fase grup, skuad Garuda sudah mendapat peringatan dari legenda sepak bola Vietnam, Thach Bao Khanh, yang menilai tim asuhan Kim Sang-sik memiliki modal kuat untuk mempertahankan gelar juara.
Menurut Bao Khanh, perkembangan sepak bola Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir membuat persaingan semakin ketat. Indonesia, Malaysia, hingga Thailand kini memiliki kekuatan yang jauh lebih kompetitif berkat kehadiran pemain naturalisasi maupun pemain keturunan yang berkarier di luar negeri.
Meski demikian, ia percaya Vietnam masih memiliki peluang besar untuk tetap menjadi kekuatan utama di kawasan jika mampu memaksimalkan seluruh potensi pemain yang dimiliki saat ini.
Indonesia Awali AFF Lawan Kamboja
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Skuad Garuda dijadwalkan menjalani laga perdana melawan Kamboja pada 27 Juli 2026 di Stadion Pakansari, Bogor. Bermain di depan pendukung sendiri, kemenangan menjadi target utama untuk membuka jalan menuju semifinal.
Setelah menghadapi Kamboja, Indonesia akan bertandang ke markas sementara Timor Leste di Chonburi, Thailand, pada 31 Juli 2026.
Laga yang paling dinanti publik dipastikan terjadi pada 3 Agustus 2026 ketika Indonesia menjamu Vietnam di Stadion Pakansari. Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi salah satu duel penentu siapa yang berpeluang finis sebagai juara grup.
Indonesia kemudian menutup fase grup dengan menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, pada 7 Agustus 2026.
Vietnam Siapkan Senjata Baru
Bao Khanh menilai Vietnam harus beradaptasi dengan perkembangan sepak bola modern jika ingin tetap bersaing di level tertinggi Asia Tenggara.
Menurutnya, pelatih Kim Sang-sik tidak bisa hanya mengandalkan pemain yang membawa Vietnam juara sebelumnya. Dibutuhkan skuad yang lebih fleksibel dengan banyak opsi permainan untuk menghadapi lawan-lawan kuat seperti Indonesia dan Thailand.
Ia secara khusus menyoroti kontribusi sejumlah pemain naturalisasi yang dinilai mampu meningkatkan kualitas skuad.
Tiga Nama Jadi Sorotan
Tiga pemain yang mendapat perhatian khusus dari Bao Khanh adalah Le Giang Patrik, Do Hoang Hen, dan Nguyen Tai Loc.
Le Giang Patrik dinilai memberikan tambahan kualitas di sektor penjaga gawang. Sementara itu, duet Do Hoang Hen dan Nguyen Tai Loc disebut dapat memperkuat daya gedor Vietnam bersama Nguyen Xuan Son yang tampil tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Bao Khanh meyakini kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Vietnam memiliki lebih banyak alternatif dalam membangun serangan maupun melakukan rotasi pemain selama turnamen berlangsung.
Menunjukkan Kualitas di Korea Selatan
Optimisme terhadap skuad Vietnam tidak lepas dari hasil pemusatan latihan yang mereka jalani di Korea Selatan.
Dalam sejumlah laga uji coba, kombinasi Nguyen Xuan Son, Do Hoang Hen, dan Nguyen Tai Loc mulai menunjukkan chemistry yang menjanjikan.
Saat menghadapi Gangwon FC, Tai Loc tercatat memberikan assist untuk gol yang dicetak Xuan Son. Sebaliknya, dalam pertandingan melawan Siheung FC, Xuan Son memberikan umpan matang yang berhasil diselesaikan Hoang Hen menjadi gol.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi Vietnam menjelang turnamen resmi.
Duel Indonesia vs Vietnam Berpotensi Jadi Penentu
Di atas kertas, Indonesia dan Vietnam menjadi dua kandidat terkuat untuk lolos dari Grup A.
Kedua negara sama-sama memiliki kombinasi pemain lokal berkualitas, pemain yang berkarier di luar negeri, serta tambahan tenaga naturalisasi yang memperkuat kedalaman skuad.
Karena itu, pertemuan pada 3 Agustus mendatang berpotensi menjadi laga penentu dalam perebutan posisi puncak klasemen grup.
Bao Khanh meyakini Vietnam memiliki semua modal untuk mempertahankan gelar juara. Namun, ia menegaskan keberhasilan tersebut sangat bergantung pada kemampuan Kim Sang-sik memaksimalkan seluruh kekuatan yang dimiliki timnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































