Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Alifin Nur Rohmat (18 tahun) dan Yufaidin (15 tahun), dua remaja yang hilang di kawasan Gunung Bismo, Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad (12/7/2026) lalu. Mereka telah dinyatakan hilang selama dua pekan.
REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO -- Dua pendaki yang hilang selama dua pekan di kawasan Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ditemukan tewas pada Ahad (12/7/2026). Jenazah korban atas nama Alifin Nur Rohmat (18 tahun) dan Yufaidin (15 tahun) dievakuasi dari tebing jurang Curug Tiga (Curug Telu). Keduanya merupakan warga Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Wonosobo.
Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Wonosobo, Sabarno, mengungkapkan, Alifin dan Yufaidin memulai pendakian pada 30 Juni 2026. "Untuk tujuannya tidak diketahui. Karena informasi yang kami terima, mereka tidak pamitan kepada orang tuanya masing-masing. Cuma berbekal beberapa logistik," ucapnya ketika diwawancara Republika, Selasa (14/7/2026).
Hingga tanggal 1 Juli 2026, Alifin dan Yufaidin ternyata belum juga pulang. Karena khawatir, keluarga mereka kemudian melapor ke aparat desa. Sabarno mengaku memperoleh kabar soal hilangnya kedua korban dari relawan.
Sabarno mengungkapkan, operasi SAR baru dimulai pada 2 Juli 2026. "Operasi SAR dilakukan selama tujuh hari dan belum membuahkan hasil. Akhirnya diperpanjang lagi tiga hari," ujarnya.
Dia menambahkan, selama sepuluh hari operasi, tim SAR gabungan tak berhasil menemukan Alifin dan Yufaidin. Sabarno mengakui, medan yang berisiko dan menantang menjadi rintangan yang harus dihadapi para personel SAR.
"Setelah (operasi SAR) ditutup, keesokan harinya ditemukan oleh relawan; oleh warga dan informasi yang kami terima dari Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung)," ungkap Sabarno.

3 weeks ago
49

















































