Gojek Terus Perkuat Integrasi Mobilitas Digital dan Pemberdayaan UMKM

7 hours ago 6

Gojek Terus Perkuat Integrasi Mobilitas Digital dan Pemberdayaan UMKM

Head of Corporate Affairs Gojek wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY, Guntur Arbiansyah, menunjukkan penghargaan JBBA 2026, Rabu (15/7)./ Dok. Harian Jogja

JOGJA - Penghargaan Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 menjadi dorongan bagi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Gojek) untuk terus memperkuat layanan mobilitas digital sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Yogyakarta.

Dalam ajang yang diselenggarakan Harian Jogja di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (15/7), Gojek menerima penghargaan kategori Platform Integrasi Budaya dan Mobilitas Digital. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan DIY, tidak hanya melalui aspek bisnis, tetapi juga dampak sosial, budaya, dan lingkungan yang dihasilkan.

Head of Corporate Affairs Gojek wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY, Guntur Arbiansyah, mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Yogyakarta.

"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus relevan dalam mendukung mobilitas masyarakat, menjaga keterkaitan dengan budaya Yogyakarta, sekaligus memperkuat keberlangsungan UMKM di daerah ini," ujarnya seusai menerima penghargaan.

Menurut Guntur, salah satu fokus yang akan terus dikembangkan ialah layanan GoTransit yang menghubungkan Solo dan Yogyakarta. Inovasi tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Gojek menghadirkan sistem mobilitas yang semakin terintegrasi.

Selain itu, Gojek juga berkomitmen memperluas digitalisasi UMKM melalui platform GoFood dan GoMerchant. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Secara nasional, lebih dari satu juta merchant UMKM telah bergabung melalui GoMerchant. Sementara di DIY, Gojek juga telah menggelar program onboarding massal bersama Pemkot Jogja untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha masuk ke ekosistem digital. "Kami mengajak UMKM, baik kuliner siap saji, makanan kering maupun jenis usaha lainnya, agar lebih mudah menjangkau konsumen melalui platform digital," katanya.

Guntur menyebut sektor kuliner masih menjadi kategori UMKM yang paling banyak bergabung dengan ekosistem Gojek. Mulai dari usaha ayam olahan, kedai kopi, hingga penjualan oleh-oleh menjadi segmen yang mendominasi.

Digitalisasi, diakuinya telah membuka peluang bagi banyak pelaku usaha kecil untuk berkembang. Menurutnya, tidak sedikit mitra yang sebelumnya hanya melayani pelanggan di lingkungan sekitar, kini mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah setelah memanfaatkan GoMerchant. "Harapan kami, pelaku UMKM di Yogyakarta jangan menyerah untuk memperluas akses pasar. Banyak kisah UMKM yang awalnya hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi setelah bergabung di GoMerchant, jangkauan pasarnya semakin luas sehingga peluang memperoleh pendapatan juga meningkat," ucapnya.

Sementara Ketua Panitia JBBA 2026, Della Ainun, mengatakan Kategori Platform Integrasi Budaya dan Mobilitas Digital diberikan kepada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Gojek) bukan tanpa alasan.

Menurut dia, Gojek selama ini berhasil menjadi pendorong transformasi dalam kebiasaan masyarakat bertansportasi, dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum yang lebih mudah, praktis, dan murah. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|