Festival Sastra Yogyakarta Buka Sayembara Puisi

7 hours ago 4

JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 dengan mengusung tema Laku. Rangkaian festival diawali dengan pembukaan Sayembara Puisi Nasional yang menjadi agenda tahunan sekaligus mengundang masyarakat dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi.

Tema Laku menjadi kelanjutan benang merah Festival Sastra Yogyakarta sejak 2022, setelah Mulih, Sila, Siyaga, dan Rampak. Dalam perspektif kebudayaan Jawa, laku dimaknai sebagai penghayatan hidup yang dijalani dengan kesadaran dan pengabdian, sekaligus menjadi ikhtiar merawat ekosistem sastra melalui perjumpaan penulis, pembaca, dan penikmat literasi.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengatakan Festival Sastra Yogyakarta terus dihadirkan sebagai ruang yang mempertemukan penulis, pembaca, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem sastra sekaligus mendorong keberlanjutan para pelakunya.

"Melalui tema Laku, kami ingin menegaskan bahwa sastra bukan hanya menjadi ruang ekspresi dan refleksi budaya, tetapi juga memiliki daya hidup bagi ekosistem sastra serta para pelakunya," ujar Yetti, Selasa (21/7), di ruang kerjanya.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti,

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Festival Sastra Yogyakarta 2026 menyelenggarakan Sayembara Puisi Nasional bertema bebas. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa batasan profesi maupun latar belakang.

Panitia menyediakan hadiah dengan total jutaan rupiah. Juara pertama akan memperoleh Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp1 juta. Selain itu, dua karya terpilih sebagai Puisi Favorit masing-masing akan mendapatkan hadiah Rp250.000.

Penilaian dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari kalangan sastra, yakni An Ismanto, Hasta Indriyana, dan Nur Wahida Idris.

Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga puisi orisinal yang belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam kompetisi lain. Setiap karya tidak boleh mengandung unsur yang mendiskreditkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Seluruh karya, surat pernyataan keaslian, dan biodata singkat wajib diunggah melalui Google Form.

Karya-karya yang lolos seleksi akan diterbitkan dalam bentuk antologi puisi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta untuk kepentingan nonkomersial. Adapun hak cipta dan hak ekonomi atas karya tetap menjadi milik masing-masing penulis.

Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan sayembara dapat diperoleh melalui akun Instagram @festivalsastrayk dan @dinaskebudayaankotajogja, maupun melalui layanan narahubung WhatsApp di nomor 0822-2036-0509 (hanya menerima pesan).(Advertorial)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|