REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Dalam kurang dari 24 jam, dua kebakaran melanda di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pertama, kebakaran melanda bangunan pondok pesantren milik Yayasan Pondok Pesantren Al-Anwariyah yang berlokasi di Blok 4, Desa Tegal Gubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Senin (20/7/2026) siang. Kedua, sebuah rumah dan kandang kambing warga Susukan Lebak terbakar.
Beruntung, kebakaran di ponpes terjadi saat para santri sedang tidak beraktivitas di ruangan tersebut. Insiden yang diduga dipicu oleh korsleting listrik itu menghanguskan area lantai tiga bangunan pesantren dan menimbulkan kerugian materi hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan, kobaran api diperkirakan pertama kali muncul sekitar pukul 13.07 WIB. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Pos Damkar Sektor Arjawinangun pada pukul 13.40 WIB.
"Saat personel tiba di lokasi, kondisi api masih cukup besar dan berkobar di lantai tiga. Anggota di lapangan langsung menggelar selang untuk melakukan lokalisir dan pemadaman," ujar Eno.
Meningat posisi kebakaran berada di ketinggian lantai tiga dan besarnya kobaran api, Pos Sektor Arjawinangun segera meminta bantuan suplai air dan penguatan personel dari Sektor Palimanan serta Sektor Weru. Langkah itu diambil guna mengantisipasi rambatan api ke bangunan di sekitarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari salah satu pengurus yayasan, titik api diduga berasal dari instalasi kelistrikan yang tidak standar pada bagian atap kayu di ruang peristirahatan santri. Karena ruangan itu merupakan bangunan semi-permanen yang terbuat dari material kayu, akhirnya membuat api dengan sangat cepat menjalar.
Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin yang cukup kencang di lokasi. Hal itu membuat api merembet ke area aula tempat belajar santri yang berada di sisi utara.
“Beruntung, saat peristiwa itu terjadi, ruangan sedang dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas belajar mengajar dari para santri,” jelasnya.
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, para santri bersama pengurus pondok pesantren sempat bergotong-royong mencoba menjinakkan si jago merah dengan peralatan seadanya. Setelah berjibaku melawan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan api pada pukul 14.30 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan tahap pendinginan hingga pukul 15.45 WIB guna memastikan tidak ada lagi sisa bara api yang berpotensi memicu penyalaan ulang.
Ia menjelaskan, akibat insiden itu, area seluas kurang lebih 240 meter persegi di lantai tiga hangus terbakar. Sementara area yang berhasil diselamatkan hanya tersisa sekitar 60 meter persegi dari total luas lantai sebesar 300 meter persegi. Selain itu, sejumlah fasilitas dan barang milik santri juga ikut terbakar. Di antaranya, kitab suci Alquran, pakaian para santri, lemari, kipas angin, toren air dan pengeras suara (toa).
“Total kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp 200 juga. Untuk korban jiwa, tidak ada,” ucapnya.
Rumah dan Kandang Kambing Terbakar
Masih di kabupaten yang sama, kebakaran melanda sebuah rumah dan kandang kambing milik warga di Blok Puhun, RT 005 RW 002, Desa Pasawahan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, pada Senin (20/7/2026) malam. Peristiwa yang dipicu oleh pembakaran sisa pakan ternak tersebut mengakibatkan delapan ekor kambing hangus terbakar dan kerugian materi ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan, laporan mengenai kebakaran itu diterima Pos Sektor Lemahabang pada pukul 20.40 WIB. Petugas pun langsung diterjunkan ke lokasi.
"Setibanya di lokasi kejadian, petugas segera melakukan pemadaman dan memotong lajur api pada area yang belum terbakar agar tidak meluas ke ruangan lain," ujar Eno, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, amukan si jago merah diduga berasal dari api pembakaran sisa pakan kambing di area selatan belakang rumah yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Hembusan angin yang cukup kencang malam itu membuat kobaran api cepat membesar dan menyambar bangunan kandang.
Tak berhenti di situ, api terus menjalar hingga menghanguskan salah satu area kamar tidur yang lokasinya berdekatan dengan kandang. Pada saat insiden terjadi, pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Warga yang panik melihat amukan api yang mulai membesar segera bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas Damkar Sektor Lemahabang.
Proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 21.45 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap pendinginan hingga pukul 22.02 WIB. Petugas memastikan seluruh area benar-benar aman sebelum akhirnya bertolak kembali ke pos markas.
Eno menyebutkan, kebakaran itu menghanguskan delapan ekor kambing yang ada di dalam kandang. Selain itu, api juga membakar kamar dan perabotan rumah tangga seperti lemari, dipan, kipas angin, serta barang mudah terbakar lainnya. N lilis sri handayani

4 hours ago
3














































