REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Memilih program studi kini bukan lagi keputusan sederhana yang didasarkan pada tren atau nama besar kampus semata. Di era digital, pilihan jurusan kuliah perlu mempertimbangkan kebutuhan industri, keterampilan masa depan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja yang berubah sangat cepat. Keputusan ini menjadi fondasi awal arah karier jangka panjang.
Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan cloud computing telah menggeser struktur pekerjaan di banyak sektor. Transformasi digital bisnis juga mempercepat kebutuhan tenaga kerja yang menguasai teknologi dan kreativitas digital. Karena itu, memilih program studi sebaiknya tidak hanya berorientasi pada gelar, tapi juga relevansi kompetensi dengan pasar kerja masa depan.
Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Bekasi, Muhamad Tabrani mengatakan langkah awal yang penting adalah mengenali minat dan bakat pribadi sekaligus membaca kebutuhan industri.
Program studi yang tepat umumnya memiliki prospek kerja luas, kurikulum berbasis keterampilan digital, serta keterkaitan nyata dengan praktik dunia kerja. Bidang seperti pengembangan perangkat lunak, analisis data, AI, dan Digital Marketing menjadi contoh area dengan pertumbuhan karier yang konsisten meningkat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan berbagai program studi yang relevan dengan perkembangan industri digital.
Pada Fakultas Teknik dan Informatika tersedia Program Studi (Prodi) Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Industri, dan Teknik Elektro. Prodi-prodi ini membekali mahasiswa dengan kompetensi inti seperti pemrograman, pengembangan aplikasi, analitik data, serta inovasi teknologi terapan.
Prodi Informatika UBSI misalnya, memfokuskan pembelajaran pada analisis, perancangan, dan implementasi solusi komputasi untuk kebutuhan industri dan ekonomi kreatif. Lulusannya dipersiapkan untuk berkarier sebagai software developer, data scientist, dan AI engineer yang permintaannya terus tumbuh.
"Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI menggabungkan teknologi digital dengan praktik bisnis dan pelaporan keuangan modern, sementara Prodi Rekayasa Perangkat Lunak menyiapkan mahasiswa menjadi pengembang sistem yang sesuai kebutuhan industri," katanya, dalam keterangan rilis di Bekasi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, selain bidang teknologi, UBSI juga mengembangkan Prodi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Komunikasi dan Bahasa. Mahasiswa dibekali kompetensi bisnis digital, komunikasi multimedia, dan strategi pemasaran digital yang relevan dengan ekosistem industri 4.0.
"Pemilihan program studi harus berbasis arah masa depan, bukan sekadar ikut tren sesaat. Calon mahasiswa perlu melihat jurusan dari sisi kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Program studi yang tepat akan menjadi fondasi karier jangka panjang, bukan hanya tiket mendapatkan ijazah,” kata dia.
Memilih program studi ideal berarti mempertemukan minat pribadi dengan kebutuhan zaman. Kurikulum yang selaras dengan industri, fasilitas pembelajaran digital, jejaring kemitraan dengan dunia usaha, serta fleksibilitas model perkuliahan menjadi faktor penting yang patut dipertimbangkan. Keputusan berbasis data dan prospek jauh lebih kuat dibanding sekadar mengikuti tren populer.
"Pendidikan tinggi adalah investasi strategis. Prodi yang tepat membantu membangun fondasi karier yang tahan terhadap perubahan teknologi. Dengan kurikulum adaptif, fasilitas modern, status akreditasi unggul, serta pilihan kelas reguler dan kelas karyawan, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menjadi salah satu pilihan kampus berbasis teknologi dan kreativitas digital," kata Tabrani.
Sebagai informasi, pendaftaran mahasiswa baru dan pilihan program studi dapat diakses melalui laman resmi PMB UBSI di https://pmbubsi.id/pmb sebagai langkah awal merancang masa depan akademik dan profesional secara lebih terarah.

1 hour ago
2

















































