Benarkah PLTU Suralaya Jadi Penyebab Polusi Udara di DKI?

6 hours ago 4

Lanskap langit Jakarta tampak berwarna biru terlihat di wilayah Jakarta Pusat, Senin (23/3/2026). Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria menilai kajian mengenai sumber polusi udara Jakarta perlu dilakukan secara komprehensif agar kebijakan pengendalian pencemaran dapat tepat sasaran dan tidak mengabaikan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria menilai kajian mengenai sumber polusi udara Jakarta perlu dilakukan secara komprehensif agar kebijakan pengendalian pencemaran dapat tepat sasaran dan tidak mengabaikan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi. Menurut Sofyano, kesimpulan yang menyebut PLTU Suralaya di Banten sebagai penyebab utama polusi udara di Jakarta perlu didukung data dan kajian yang dapat menjelaskan hubungan antara emisi dari pembangkit tersebut dengan kualitas udara di Jakarta.

“Kalau benar emisi PLTU Suralaya terbawa hingga Jakarta dan menjadi penyebab signifikan polusi, harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan, analisis mengenai dampak PLTU Suralaya juga perlu melihat kondisi wilayah yang berada lebih dekat dengan sumber emisi, termasuk Banten. Menurut dia, jejak pergerakan polutan dari sumber emisi hingga wilayah terdampak perlu dijelaskan secara transparan.

“Jangan sampai Jakarta dituding terdampak, tetapi mekanisme dan jejak pencemarannya di wilayah yang lebih dekat dengan sumber emisi tidak dijelaskan secara transparan,” katanya.

Sofyano juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan data pendukung apabila menyatakan PLTU Suralaya berkontribusi terhadap polusi udara di Ibu Kota.

“Kalau pemerintah daerah menyatakan PLTU Suralaya berpengaruh, tunjukkan bukti ilmiahnya. Publik berhak melihat data, bukan sekadar pernyataan,” tegasnya.

Menurut Sofyano, polusi udara Jakarta merupakan persoalan kompleks karena dapat dipengaruhi berbagai sumber, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, konstruksi dan debu jalan, pembakaran terbuka, hingga sumber emisi dari wilayah sekitar.

Ia mengatakan faktor meteorologi juga berpengaruh terhadap konsentrasi polutan di udara Jakarta. Karena itu, penentuan sumber dominan polusi membutuhkan analisis yang mempertimbangkan sumber emisi sekaligus kondisi atmosfer.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|