Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bapisus) Aries Marsudiyanto menyebut pemerintah telah mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global, termasuk perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bapisus), Aries Marsudiyanto, mendatangi Istana Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Kedatangannya untuk membahas sejumlah isu strategis bersama pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan energi nasional.
Aries mengatakan pembahasan tersebut berkaitan dengan kondisi geopolitik global yang tengah memanas. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel disebut berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap stabilitas harga pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Tapi pada prinsipnya semuanya baik-baik saja, baik pangan dan energi. Fundamental ekonomi Indonesia kan kuat," kata Aries di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai perhitungan terhadap potensi dampak konflik geopolitik global tersebut. Langkah antisipasi juga sudah disiapkan melalui koordinasi lintas kementerian.
"Dengan adanya gejolak perang semuanya sudah dihitung. Sudah diantisipasi dengan seluruh kementerian terkait," katanya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto juga menyinggung pentingnya menjaga ketahanan pangan dan energi nasional saat meresmikan 218 jembatan secara virtual pada Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti kondisi geopolitik global yang memanas dan menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi dampak konflik internasional terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

















































