Andy Burnham Resmi Pimpin Inggris, Pemerintahan Partai Buruh Dimulai

13 hours ago 6

Harianjogja.com, JAKARTA—Inggris kembali memasuki babak baru politik nasional setelah Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7/2026). Pergantian kepemimpinan ini menandai dimulainya era baru pemerintahan Partai Buruh sekaligus menjadi pergantian perdana menteri keempat dalam kurun waktu kurang dari empat tahun terakhir di negara tersebut.

Penunjukan Andy Burnham juga menambah panjang daftar perubahan kepemimpinan di Inggris dalam satu dekade terakhir. Ia menjadi perdana menteri keenam dalam 10 tahun terakhir setelah menerima mandat dari Raja Charles III di Istana Buckingham menyusul pengunduran diri Keir Starmer dari jabatannya sebagai perdana menteri.

Melansir The Guardian, Burnham menerima penunjukan tersebut tidak lama setelah Keir Starmer menghadap Raja Charles III untuk menyampaikan pengunduran dirinya. Sebelumnya, Burnham telah mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh pada Jumat lalu.

Usai menjalani prosesi di Istana Buckingham, mantan Wali Kota Greater Manchester itu langsung menuju Downing Street untuk menyampaikan pidato pertamanya sebagai Perdana Menteri Inggris di hadapan media sebelum mengumumkan susunan kabinet pemerintahannya.

Jalan Burnham menuju Downing Street terbilang cukup singkat. Ia baru kembali menjadi anggota parlemen sekitar satu bulan lalu setelah memenangi pemilihan sela yang digelar dengan dukungan sejumlah sekutunya di Partai Buruh.

Kembalinya Burnham ke parlemen sejak awal dinilai menjadi bagian dari langkah politik untuk membuka jalan menggantikan Keir Starmer. Pergantian kepemimpinan tersebut terjadi di tengah merosotnya dukungan terhadap Starmer dari banyak anggota parlemen Partai Buruh dan sejumlah menteri kabinet setelah munculnya berbagai kontroversi politik dan perubahan kebijakan pemerintah.

Tidak adanya kandidat lain dalam pemilihan ketua Partai Buruh membuat Burnham ditetapkan sebagai pemimpin partai tanpa melalui kontestasi internal. Posisi tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi Perdana Menteri Inggris tanpa menghadapi persaingan politik yang berarti di internal partai.

Andy Burnham lahir di Liverpool pada 1970 dan dibesarkan di Culcheth, Cheshire, dari keluarga kelas pekerja yang menjadi pendukung Partai Buruh. Ketertarikannya terhadap dunia politik tumbuh sejak usia remaja dan semakin kuat setelah menyaksikan drama BBC Boys from the Blackstuff yang mengangkat kehidupan masyarakat pengangguran di Liverpool.

Lulusan Sastra Inggris dari University of Cambridge tersebut mengawali karier profesionalnya sebagai jurnalis sebelum terjun ke dunia politik sebagai peneliti anggota parlemen Tessa Jowell. Karier politiknya terus berkembang setelah terpilih menjadi anggota parlemen dari daerah Leigh pada 2001.

Selama berada di pemerintahan Partai Buruh, Burnham pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Sekretaris Kementerian Keuangan, Menteri Kebudayaan, Media dan Olahraga, serta Menteri Kesehatan pada masa pemerintahan Gordon Brown.

Pada 2017, ia memutuskan meninggalkan Westminster untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Greater Manchester. Selama dua periode memimpin wilayah tersebut, Burnham dikenal melalui reformasi transportasi publik melalui jaringan Bee Network dan sikap vokalnya dalam mengkritik kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan wilayah selama pandemi Covid-19.

Popularitasnya yang terus meningkat membuat sejumlah media menjulukinya sebagai "King of the North". Julukan tersebut semakin menguat setelah keberhasilannya membangun citra sebagai salah satu tokoh politik Partai Buruh yang dekat dengan masyarakat di luar London.

Setelah kembali ke parlemen melalui pemilihan sela pada Juni 2026, Burnham akhirnya terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh menggantikan Keir Starmer. Penunjukan tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi Perdana Menteri Britania Raya.

Situasi serupa sebelumnya pernah terjadi ketika Rishi Sunak menjadi perdana menteri pada 2022. Namun, Sunak sempat mengikuti pemilihan kepemimpinan Partai Konservatif melawan Liz Truss beberapa pekan sebelumnya dan masih memiliki pengalaman kabinet yang relatif baru.

Berbeda dengan Sunak, Burnham meninggalkan Westminster sejak 2017 untuk menjadi Wali Kota Greater Manchester sebelum akhirnya kembali ke parlemen pada 2026. Kini, ia menghadapi tantangan besar untuk memimpin pemerintahan baru Partai Buruh di tengah dinamika politik Inggris yang dalam beberapa tahun terakhir diwarnai pergantian pemimpin dalam waktu yang relatif singkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|