Adhi Karya mengintegrasikan ESG dalam operasional bisnis perusahaan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memperbaiki tata kelola dan menekan risiko bisnis. Langkah ini ditempuh melalui penguatan sistem pengawasan dan pengukuran kinerja keberlanjutan yang lebih terstruktur.
Perusahaan juga mulai mengintegrasikan ESG ke dalam proses bisnis sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Rozy Sparta mengatakan, penguatan ESG dilakukan melalui pembentukan ESG Committee yang bertugas memantau implementasi roadmap keberlanjutan. Komite ini menjadi instrumen untuk memastikan prinsip keberlanjutan masuk ke dalam pengambilan keputusan bisnis.
Selain itu, perusahaan menetapkan Corporate ESG Management Guidelines yang diperkuat dengan 11 kebijakan ESG. Kebijakan tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola agar operasional berjalan lebih terarah dan terukur.
Rozy mengatakan, penguatan tata kelola berdampak pada perbaikan profil risiko perusahaan. “Skor risiko ESG perusahaan berhasil membaik dari 40,3 menjadi 32,33, yang mencerminkan efektivitas strategi mitigasi risiko serta penguatan sistem pengelolaan keberlanjutan yang diterapkan secara berkelanjutan,” kata Rozy, Rabu (15/4/2026).
Untuk menjaga konsistensi implementasi, perusahaan juga melakukan asesmen internal tahunan terhadap entitas anak usaha. Evaluasi ini mencakup identifikasi risiko keberlanjutan dan efektivitas pengelolaannya di seluruh lini bisnis.
Sejumlah penghargaan ESG yang diraih turut mencerminkan pengakuan atas penerapan prinsip keberlanjutan tersebut. Perusahaan menilai, penguatan ESG tidak hanya berdampak pada kinerja operasional, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis jangka panjang.

2 hours ago
1

















































