
Ilustrasi pemilihan lurah/Produk AI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk mengamankan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di 31 kalurahan Gunungkidul. Pengamanan juga melibatkan 321 anggota Linmas untuk menjaga pelaksanaan pemungutan suara di 230 tempat pemungutan suara (TPS).
Pilur serentak tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026). Jajaran Polres Gunungkidul memastikan kesiapan pengamanan telah dilakukan sejak tahapan awal hingga seluruh rangkaian pemilihan selesai.
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa mengatakan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah dilakukan untuk memastikan keamanan di setiap tahapan Pilur.
“Kami sudah siap karena dalam setiap tahapan ikut mengamankan. Salah satunya dalam proses penetapan calon lurah di masing-masing kalurahan beberapa waktu lalu,” kata Damus saat dihubungi Selasa (15/9/2026).
630 Personel TNI-Polri Disiapkan
Damus menjelaskan pengamanan Pilur dilakukan dengan terlebih dahulu memetakan potensi kerawanan di masing-masing wilayah. Meski demikian, dia belum merinci kalurahan mana saja yang masuk dalam kategori rawan.
Selain pemetaan, polisi melakukan sosialisasi sebagai langkah pencegahan agar seluruh tahapan Pilur dapat berlangsung aman dan lancar.
“Kita juga lakukan sosialisasi dalam upaya pencegahan agar pelaksanana pilur dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Dalam pengamanan Pilur, Polres Gunungkidul tidak bekerja sendiri. Personel Kodim 0730/GK juga disiapkan untuk mendukung pengamanan pesta demokrasi tingkat kalurahan tersebut.
Dari kepolisian, sebanyak 465 personel Polres Gunungkidul akan diterjunkan. Sementara itu, TNI menyiapkan 155 personel.
“Jadi jumlah total dari TNI-Polri sebanyak 630 personel. Rencananya, pengamanan pilur juga melibatkan Linmas sebanyak 321 orang,” kata mantan Kabag Ops Polres Berau ini.
Polisi Siap Tindak Pelanggaran
Pengamanan akan berlangsung hingga seluruh tahapan Pilur selesai. Polres Gunungkidul juga menyatakan kesiapan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Penindakan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman dan damai,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan tahapan Pilur serentak kini semakin krusial.
Setelah penetapan calon pada 8 September lalu, tahapan dilanjutkan dengan sosialisasi hingga masa kampanye yang direncanakan berlangsung pada 20-22 September mendatang.
Menurut Rakhmadian, pelaksanaan Pilur serentak juga menjadi perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida). Koordinasi antarpihak terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.
“Terus dilakukan koordinasi karena pengamanan juga akan melibatkan dari Polres maupun Kodim. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” kata Rakhmadian.
Pilur Digelar di 230 TPS
Pemungutan suara untuk menentukan lurah terpilih akan dilaksanakan pada Sabtu (26/9/2026). Sebanyak 230 TPS telah ditetapkan oleh panitia di masing-masing kalurahan.
Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, para calon lurah juga telah menandatangani deklarasi damai. Deklarasi tersebut dilakukan bersamaan dengan proses pengundian nomor urut pada 8 September lalu.
“Untuk menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif, calon lurah juga sudah menandatangani deklarasi damai bersamaan dengan proses pengundian nomor urut di 8 September lalu,” katanya.
Dengan pengerahan personel TNI-Polri dan Linmas tersebut, pengamanan diharapkan dapat memastikan pelaksanaan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul berlangsung aman, damai, dan lancar hingga seluruh tahapan selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































