160 Siswi Tewas di Iran, Rudal Tomahawk AS Jadi Penyebab

8 hours ago 2

160 Siswi Tewas di Iran, Rudal Tomahawk AS Jadi Penyebab Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA – Investigasi Bellingcat menemukan bukti rudal Tomahawk Amerika Serikat menghantam sekolah dasar di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026, menewaskan 160 siswi. Temuan ini membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Analisis forensik Bellingcat menggunakan rekaman video dari Kantor Berita Mehr dan citra satelit untuk menelusuri jenis rudal yang menghantam sekolah. Hasilnya, karakteristik visual rudal sangat cocok dengan Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) milik AS.

Ahli independen juga menguatkan temuan ini:

Trevor Ball, mantan teknisi penjinak bahan peledak Angkatan Darat AS, memastikan rudal tersebut adalah Tomahawk.

Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies, menegaskan bentuk bersudut, posisi sayap, dan tailkit rudal identik dengan TLAM.

Verifikasi geolokasi oleh The New York Times menunjukkan serangan mengenai sekolah bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan IRGC yang berada dekat lokasi.

Penyangkalan Klaim AS

Laporan Bellingcat dan verifikasi media internasional membuka celah besar terhadap narasi pemerintah AS. Meski Presiden Trump sempat menuding Iran, laporan internal militer AS—dikutip dari The Wall Street Journal—menunjukkan kemungkinan adanya kesalahan identifikasi target oleh pasukan Amerika sendiri.

“Pembunuhan warga sipil, terutama anak-anak, adalah tindakan yang tidak dapat diterima, dan saya mengecamnya tanpa syarat,” ujar Malala Yousafzai, Utusan PBB untuk Perdamaian.

Pelanggaran Hukum Humaniter

Insiden di Minab tercatat sebagai kasus korban sipil terbesar sejak eskalasi konflik. UNESCO menegaskan bahwa pengeboman sekolah tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Seusai terungkapnya bukti forensik, tekanan internasional terhadap Washington meningkat signifikan. Investigasi lanjutan terus berjalan untuk memastikan tanggung jawab hukum atas serangan yang menewaskan 160 anak ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|