Usai Sidang Tuntutan, Nadiem Peluk Ojol: Saya Tidak Sendirian

4 hours ago 5

 Saya Tidak Sendirian

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim (tengah) memeluk pengemudi Gojek seusai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/agr.

Harianjogja.com, JAKARTA—Suasana emosional mewarnai sidang pembacaan tuntutan terhadap Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026) malam.

Di tengah situasi hukum yang dihadapinya, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu justru menunjukkan sisi humanis. Usai sidang, Nadiem menghampiri sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang hadir langsung memberikan dukungan.

Dengan penuh haru, Nadiem terlihat memeluk dan merangkul para pengemudi ojol tersebut satu per satu.

“Terima kasih ya, saya ke rumah sakit dulu. Saya yakin Tuhan tidak akan diam, tidak bisa ini kayak gini terus,” ujar Nadiem kepada para pendukungnya.

Dukungan Ojol Jadi Penyemangat

Kehadiran para pengemudi ojol di lokasi persidangan bukan tanpa alasan. Mereka datang sebagai bentuk solidaritas terhadap sosok yang dianggap berjasa dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Nadiem pun mengaku tersentuh dan merasa tidak sendiri menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya tidak sendirian. Terima kasih sudah datang,” ucapnya sambil merangkul salah satu pengemudi.

Salah satu ojol yang hadir bahkan menyebut Nadiem sebagai sosok penting dalam kehidupannya.

“Pak Nadiem pahlawan saya, pahlawan ekonomi saya. Tetap di hati,” katanya.

Langsung ke Rumah Sakit Usai Sidang

Setelah momen tersebut, Nadiem tidak berlama-lama di lokasi. Ia langsung menuju rumah sakit untuk menjalani tindakan medis terkait kondisi kesehatannya.

Langkah ini menambah suasana dramatis dalam rangkaian sidang yang telah berlangsung panjang dan menyita perhatian publik.

Perjalanan Kasus Masih Berlanjut

Sidang pembacaan tuntutan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses hukum yang tengah dijalani. Jaksa Penuntut Umum sebelumnya telah membacakan tuntutan pidana penjara, denda, serta kewajiban pembayaran uang pengganti.

Kasus ini berkaitan dengan program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan perangkat teknologi informasi di lingkungan kementerian pada periode sebelumnya.

Proses persidangan masih akan berlanjut dengan agenda berikutnya, termasuk pembelaan dari pihak terdakwa sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.

Sorotan Publik dan Simpati Masyarakat

Peristiwa pelukan antara Nadiem dan para pengemudi ojol menjadi sorotan tersendiri di tengah dinamika persidangan. Momen tersebut mencerminkan hubungan emosional yang terbangun antara tokoh publik dan masyarakat akar rumput.

Di tengah kompleksitas persoalan hukum, dukungan sosial seperti ini menjadi gambaran bahwa persepsi publik terhadap seseorang tidak selalu hitam-putih.

Sidang berikutnya diperkirakan masih akan menarik perhatian luas, seiring dengan tingginya minat publik terhadap perkembangan kasus ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|