Gunungkidul Ajukan 9 Jembatan Baru, Anggaran Rp27 Miliar

1 hour ago 2

Gunungkidul Ajukan 9 Jembatan Baru, Anggaran Rp27 Miliar

Foto ilustrasi jembatan rusak dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur demi membuka akses wilayah yang lebih merata. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan sembilan jembatan baru di sejumlah titik, menggantikan akses sementara berupa crossway yang dinilai sudah tidak optimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menegaskan pembangunan jembatan menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut kelancaran aktivitas warga.

Menurutnya, saat ini sejumlah wilayah memang sudah memiliki akses penghubung berupa crossway di atas aliran sungai. Namun, fasilitas tersebut belum mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara maksimal.

“Sebenarnya sudah ada akses penghubung berupa crossway di atas alur sungai, tapi tidak optimal,” kata Rakhmadian, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, saat musim hujan, crossway kerap terendam banjir sehingga tidak bisa dilalui. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama untuk sektor ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“Makanya kami usul agar membantu pembangunan sembilan jembatan baru karena memang anggaran yang dimiliki pemkab masih terbatas,” ujarnya.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Gunungkidul mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Setiap jembatan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar, sehingga total kebutuhan mencapai Rp27 miliar.

“Sudah kami usulkan dan akan terus dikawal agar pembangunan bisa direalisasikan,” kata dia.

Sebaran Lokasi: Mayoritas di Sepanjang Kali Oya

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, mengungkapkan sebagian besar pembangunan jembatan akan difokuskan di wilayah yang selama ini hanya mengandalkan crossway, khususnya di sepanjang Kali Oya.

Beberapa titik yang diusulkan antara lain:

Padukuhan Ngampon, Watusigar

Pundungsari, Kapanewon Semin

Blembeman, Kalurahan Natah, Nglipar

Nglegi, Kapanewon Patuk (Kali Nglegi)

Parengan, Kedungpoh, Nglipar (Kali Redoso)

Girisuko, Kapanewon Panggang (Kali Kedungdowo)

Hargomulyo, Gedangsari

Wunung, Wonosari (Sungai Soka)

Selain pembangunan baru, ada juga peningkatan kapasitas jembatan di Kalurahan Rejosari agar mampu menampung volume lalu lintas yang lebih besar.

“Total ada delapan crossway yang ingin dibangun jembatan. Selain itu, ada jembatan yang ingin ditingkatkan kapasitasnya di Kalurahan Rejosari agar akses semakin lancar,” kata Wadiyana.

Dorong Ekonomi Warga hingga Akses Pendidikan

Program ini tidak sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari strategi pemerataan pembangunan wilayah di Gunungkidul. Infrastruktur jembatan dinilai krusial untuk membuka konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pedesaan yang masih terisolasi saat musim hujan.

“Tujuan utamanya untuk menopang perekonomian agar akses jadi semakin mudah. Kalau hanya crossway, fungsinya kurang optimal karena yang melintas juga terbatas,” ujarnya.

Dengan adanya jembatan permanen, diharapkan distribusi hasil pertanian, mobilitas pelajar, hingga akses menuju layanan kesehatan bisa berjalan lebih lancar sepanjang tahun tanpa terganggu kondisi cuaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|