Tiongkok Luncurkan Laboratorium Chip Cahaya untuk AI Masa Depan

5 hours ago 3

Jumali

Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 19:27 WIB

Tiongkok Luncurkan Laboratorium Chip Cahaya untuk AI Masa Depan

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat yang terus membatasi akses Tiongkok terhadap semikonduktor canggih, Beijing mengambil jalur alternatif dalam pengembangan teknologi masa depan. Alih-alih bergantung pada chip berbasis elektron, Tiongkok kini mulai serius mengembangkan komputasi berbasis cahaya atau fotonik untuk mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Langkah terbaru itu ditandai dengan peresmian laboratorium penelitian komputasi fotonik pertama di Shanghai pada 10 Juni 2026. Fasilitas tersebut berlokasi di Shanghai Jiao Tong University dan menjadi pusat riset yang menggabungkan pengembangan akademis serta industri dalam satu ekosistem.

Laboratorium bernama Shanghai Key Laboratory of Integrated Photonic Computing Chips and Systems tersebut disebut sebagai yang pertama di Tiongkok yang secara khusus berfokus pada pengembangan chip dan sistem komputasi berbasis cahaya.

Keberadaan laboratorium ini menjadi bagian dari strategi besar Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi semikonduktor konvensional yang selama ini terdampak pembatasan ekspor dari Amerika Serikat sejak 2022.

Dalam dunia komputasi modern, chip berbasis elektron mulai menghadapi batas kemampuan, terutama ketika digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan berskala besar. Kebutuhan daya listrik yang tinggi di pusat data juga menjadi tantangan tersendiri.

Komputasi fotonik menawarkan pendekatan berbeda karena menggunakan partikel cahaya (foton) untuk memproses data. Teknologi ini dinilai lebih cepat, lebih efisien dalam konsumsi energi, serta menghasilkan panas lebih rendah dibandingkan chip berbasis elektron.

Dengan keunggulan tersebut, komputasi fotonik berpotensi meningkatkan bandwidth, mengurangi latensi, dan mempercepat pemrosesan data dalam skala besar, terutama untuk kebutuhan AI generasi berikutnya.

Laboratorium ini merupakan hasil kolaborasi antara Shanghai Jiao Tong University dan Lightelligence, sebuah perusahaan rintisan asal Shanghai yang bergerak di bidang komputasi optik untuk AI.

Lightelligence sendiri baru mencatat tonggak penting setelah melantai di bursa Hong Kong pada April 2026, menjadikannya salah satu perusahaan pertama di dunia yang fokus pada solusi komputasi fotonik berbasis AI yang masuk pasar publik.

Fokus penelitian di laboratorium ini mencakup lima bidang utama, yakni arsitektur chip fotonik, integrasi silikon-fotonik, pengembangan perangkat optik, algoritma pendukung, serta aplikasi komersial.

Interesting Engineering mengungkapkan, profesor yang memimpin laboratorium dari Shanghai Jiao Tong University menyebut komputasi fotonik sebagai salah satu jalur penting untuk mendorong terobosan daya komputasi di masa depan.

“Komputasi fotonik menawarkan keunggulan besar dalam bandwidth, latensi, dan efisiensi energi,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam pengembangan awal riset tersebut.

Meski menjanjikan, teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Salah satu yang utama adalah belum matangnya ekosistem perangkat lunak dan algoritma yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi perangkat keras fotonik.

Selain itu, para peneliti juga masih harus menyelesaikan berbagai persoalan fundamental di bidang sains dan rekayasa sebelum teknologi ini dapat digunakan secara luas di industri.

Pihak pengembang menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya pencapaian di level laboratorium, tetapi juga penerapan langsung pada kebutuhan industri nyata.

Menurut para peneliti, pendekatan ini penting agar hasil riset tidak berhenti pada tahap teori, melainkan benar-benar dapat diimplementasikan dalam sistem komputasi berskala besar yang digunakan oleh perusahaan teknologi.

Langkah Tiongkok ini juga mencerminkan perubahan strategi besar dalam menghadapi persaingan teknologi global. Alih-alih sekadar mengejar teknologi semikonduktor konvensional, negara tersebut mulai mencoba membangun jalur baru yang berpotensi mengubah arah perkembangan komputasi dunia.

Dengan kombinasi dukungan universitas, perusahaan teknologi, dan kebijakan pemerintah, Shanghai diproyeksikan menjadi salah satu pusat penting pengembangan komputasi fotonik global dalam beberapa tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|