Tahun Baru Islam 1448 H, Pawai Odong-odong Hias Gerakkan Ekonomi

5 hours ago 6

Tahun Baru Islam 1448 H, Pawai Odong-odong Hias Gerakkan Ekonomi

Mobil hias dari odong-odong semarakkan perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Harianjogja.com, JAKARTA—Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha lokal. Pawai kendaraan hias yang digelar meriah pada Selasa (16/6/2026) terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian, terutama bagi penyedia jasa sewa odong-odong.

Ratusan kendaraan hias memadati jalur pawai dengan beragam dekorasi Islami yang menarik perhatian warga. Miniatur masjid, ornamen kaligrafi, hingga pesan-pesan religius menghiasi kendaraan yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan tersebut.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata.

“Pawai ini menjadi momen yang banyak manfaatnya. Salah satunya perekonomian tumbuh. Dari kendaraan hias saja, ini didominasi kendaraan odong-odong,” ujarnya saat menghadiri acara.

Sebanyak 125 kendaraan hias ambil bagian dalam pawai yang menjadi agenda rutin pesantren tersebut. Tingginya jumlah peserta membuat permintaan kendaraan odong-odong melonjak signifikan. Tak hanya berasal dari wilayah Cipayung, kendaraan yang digunakan bahkan didatangkan dari berbagai wilayah lain di Jakarta Timur.

Kondisi ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha penyewaan odong-odong untuk meraup keuntungan tambahan. Hampir seluruh armada yang tersedia terserap untuk kebutuhan pawai, sehingga perputaran ekonomi di sektor ini meningkat pesat.

“Ramai ini juga dari Kecamatan Cipayung maupun dari luar, semuanya terpakai. Jadi perekonomiannya bergulir,” kata Munjirin.

Tak hanya sektor transportasi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi juga ikut merasakan dampak positif. Ribuan warga yang hadir memadati area acara, membuka peluang bagi pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan.

Menurut Munjirin, kegiatan berbasis keagamaan yang melibatkan partisipasi masyarakat luas memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas.

Ia juga mendorong lembaga lain untuk menggelar perayaan Tahun Baru Islam dengan konsep kreatif dan melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan dari sisi spiritual dan sosial, tetapi juga ekonomi.

“Saya berharap ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pawai kendaraan hias ini tidak hanya menjadi simbol perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga bukti nyata bahwa kegiatan budaya dan keagamaan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara langsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|