Belajar Tari Klasik Gratis Jadi Ruang Berkumpul Warga Gowongan

1 hour ago 2

Belajar Tari Klasik Gratis Jadi Ruang Berkumpul Warga Gowongan

Peserta Kampung Menari Hasta Budaya Kelurahan Gowongan mengikuti latihan tari klasik Yogyakarta di Pendopo Kelurahan Gowongan, Jogja, pada Sabtu (1/8/2026). Ist/ Kelurahan Gowongan\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Warga di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, kini memiliki ruang untuk mempelajari sekaligus melestarikan tari klasik khas Yogyakarta melalui Kampung Menari Hasta Budaya. Program tersebut terbuka bagi seluruh kelompok usia tanpa dipungut biaya sehingga anak-anak hingga lansia dapat mengikuti latihan secara rutin.

Latihan tari diselenggarakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat sore dan Sabtu pagi di Pendopo Kelurahan Gowongan. Peserta mendapatkan materi berupa ragam tari klasik Yogyakarta, di antaranya Tari Klana Topeng dan Golek Menak.

Lurah Gowongan Tika Andriatiavita mengatakan kegiatan tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga tanpa memandang usia.

“Latihan ini diperuntukkan bagi semua warga, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Kegiatan dilaksanakan secara gratis sehingga masyarakat bisa ikut belajar menari tanpa dipungut biaya,” kata Tika saat dihubungi, Minggu (2/8/2026).

Kelurahan Gowongan juga berupaya menghilangkan kendala perlengkapan yang kerap dihadapi warga saat ingin mengikuti latihan tari. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Gowongan menyediakan sampur atau selendang yang dapat dipakai peserta selama berlatih.

Menurut Tika, fasilitas itu disiapkan agar keterbatasan perlengkapan tidak menjadi alasan bagi warga masyarakat mengurungkan keinginan mempelajari tari klasik. Warga yang belum memiliki sampur tetap dapat mengikuti latihan bersama peserta lainnya.

“Bahkan Pemerintah Kelurahan Gowongan menyediakan sampur yang bisa digunakan apabila ada yang belum atau tidak mempunyai selendang untuk menari. Jadi, belum atau tidak memiliki selendang bukan menjadi penghalang bagi warga yang berkeinginan belajar menari,” ujarnya.

Kampung Menari Hasta Budaya tidak hanya menjadi tempat mempelajari gerakan tari, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga lintas generasi. Anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia dapat beraktivitas bersama sambil mengenal lebih dekat ragam tari klasik khas Jogja.

Melalui latihan yang digelar secara rutin, Kelurahan Gowongan berharap kegiatan tersebut terus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Selain menjaga kelestarian seni tradisi, program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk belajar tari secara terbuka tanpa dibatasi usia maupun kemampuan ekonomi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mengembangkan kampung wisata di daerah ini sebagai destinasi berbasis komunitas sebagai bagian upaya meningkatkan daya tarik pada sektor pariwisata.

"Kampung wisata menjual potensi yang dimiliki masing-masing kampung. Ini sangat menarik dan terus kita kembangkan," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Menurut dia, kampung wisata dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda karena menawarkan kekhasan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

"Bahkan beberapa kampung wisata di Kota Jogja sudah dikenal secara nasional karena memiliki atraksi budaya yang unik dan otentik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|