Swedia Mengamuk, Belanda Langsung Tertekan di Grup F

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 15 Juni 2026 15:57 WIB

Swedia Mengamuk, Belanda Langsung Tertekan di Grup F

Klasemen Grup F/Instagram: Fifaworldcup

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan Grup F Piala Dunia 2026 langsung memanas setelah Swedia mencatat kemenangan terbesar pada laga perdana grup. Tim asuhan Graham Potter melumat Tunisia dengan skor 5-1 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) dini hari WIB dan langsung merebut posisi puncak klasemen sementara.

Hasil tersebut memberi tekanan tambahan kepada Belanda dan Jepang yang hanya mampu bermain imbang 2-2 pada pertandingan lainnya. Dengan selisih gol yang jauh lebih baik, Swedia kini menjadi tim yang paling diuntungkan dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Sejak awal pertandingan, Swedia tampil agresif dan menguasai permainan. Yasin Ayari membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh, membuat Tunisia kesulitan mengembangkan permainan.

Dominasi tim Skandinavia berlanjut saat Alexander Isak menggandakan keunggulan pada menit ke-30. Penyerang andalan tersebut kembali menjadi ancaman utama melalui pergerakan cepat dan kombinasi apik bersama Viktor Gyokeres.

Tunisia sempat memberikan perlawanan menjelang turun minum. Omar Rekik memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-43 setelah memanfaatkan umpan Hannibal Mejbri.

Namun harapan kebangkitan Tunisia tidak bertahan lama.

Memasuki babak kedua, Swedia kembali mengendalikan tempo permainan. Gyokeres mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-59 sebelum Mattias Svanberg menambah penderitaan Tunisia melalui gol pada menit ke-84.

Yasin Ayari kemudian menutup pesta gol Swedia lewat gol keduanya pada masa injury time menit ke-90+6.

Kemenangan telak tersebut memperlihatkan efektivitas serangan Swedia. Dari total 13 tembakan tepat sasaran yang mereka lepaskan sepanjang pertandingan, lima di antaranya berbuah gol.

Pelatih Graham Potter menilai kemenangan besar itu lahir dari kemampuan tim menjaga ketenangan saat pertandingan berlangsung.

"Saya pikir para pemain tampil dengan stabilitas dan ketenangan sepanjang pertandingan," kata Potter.

Menurutnya, para pemain tetap menjalankan rencana permainan meskipun Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan pada akhir babak pertama.

"Kami tidak kehilangan fokus dan tetap berpegang pada apa yang sudah direncanakan," ujarnya.

Hasil ini menjadi momentum penting bagi Potter yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan sorotan besar. Sebelum menangani Swedia, pelatih asal Inggris tersebut sempat mengalami periode sulit dalam kariernya setelah berpisah dengan Chelsea dan West Ham.

Kini Potter justru membawa Swedia menjadi salah satu tim paling meyakinkan pada pekan pertama turnamen.

Di sisi lain, kekalahan telak menjadi alarm serius bagi Tunisia. Tim yang dikenal memiliki organisasi pertahanan kuat saat babak kualifikasi justru tampil rapuh ketika menghadapi tekanan lini depan Swedia.

Pelatih Tunisia Sabri Lamouchi mengakui anak asuhnya melakukan terlalu banyak kesalahan yang berujung hukuman mahal.

"Memulai turnamen dengan kekalahan seperti ini sangat menyakitkan," katanya.

Ia menilai timnya gagal mengantisipasi kualitas dua penyerang utama Swedia yang tampil sangat efektif sepanjang pertandingan.

"Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Ketika menghadapi pemain seperti Isak dan Gyokeres, kesalahan kecil bisa langsung dihukum," ujarnya.

Dengan kemenangan ini, Swedia mengoleksi tiga poin dan memimpin klasemen Grup F. Belanda dan Jepang berada di bawahnya dengan satu poin, sementara Tunisia terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dan selisih gol minus empat.

Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Swedia saat menghadapi Belanda. Pertandingan tersebut berpotensi menentukan siapa yang menjadi favorit utama untuk finis sebagai juara grup. Sementara Tunisia wajib meraih hasil positif pada laga berikutnya jika tidak ingin peluang lolos ke fase gugur semakin menipis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|