Survei Adidaya: 68,8% Publik Optimistis Pemberantasan Korupsi Era Prabowo-Gibran

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Survei terbaru Adidaya Institute mengungkapkan mayoritas publik optimistis terhadap agenda pemberantasan korupsi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei mencatat sebanyak 68,8 persen responden percaya rezim Prabowo-Gibran bekerja optimal dalam memberantas korupsi.

Bersamaan dengan itu, sekitar 62,5 persen responden juga meyakini penegakan hukum di bawah kepemimpinan Prabowo sudah berjalan adil. “Publik sangat percaya pemerintahan Prabowo-Gibran punya komitmen yang besar dalam pemberantasan korupsi," ungkap Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute Ahmad Fadhli dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Fadhli mencontohkan kasus terbaru pencopotan dan penangkapan kepala serta dua wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung. Menurutnya, langkah tegas itu menjadi pertanda bahwa Presiden Prabowo tidak pandang bulu dalam upaya pemberantasan korupsi.

Publik Beri Kesempatan Kabinet Bekerja

Berdasarkan hasil survei yang sama, Fadhli menuturkan publik tidak terlalu menuntut agenda pengocokan (reshuffle) kabinet dalam waktu dekat. Tercatat, hanya 48,1 persen responden yang setuju reshuffle harus dilakukan saat ini, sedangkan 32,1 persen justru menolaknya.

“Boleh jadi ini sinyal publik agar kabinet justru semakin bekerja optimal. Publik memberi kesempatan kepada menteri-menteri pilihan Presiden untuk menunjukkan kinerja yang lebih optimal,” kata dia.

Dukungan Tinggi untuk Program Unggulan

Survei Adidaya Indonesia juga menunjukkan besarnya dukungan publik terhadap program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rerata lebih dari 70 persen responden mendukung ketiga program tersebut.

Pada program MBG, sebanyak 71,5 persen responden memberi dukungan. Selanjutnya, sekitar 75,6 persen responden mendukung KDKMP dan 93,3 persen menyatakan dukungan pada program CKG. Meski demikian, responden tetap menyoroti tata kelola sebagai masalah utama. Fadhli berpendapat ada pesan sederhana, yakni program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran harus terus berjalan.

Secara keseluruhan, survei menunjukkan mayoritas publik puas dengan kinerja Prabowo dan Gibran. Sebanyak 68,2 persen responden puas dengan kinerja Presiden, sementara 27,1 persen menyatakan ketidakpuasannya. “Di tengah ancaman perang dan situasi ekonomi dunia yang semakin tidak pasti, angka kepuasan tersebut cukup membanggakan. Kita harus jujur,” ucap Fadhli.

Survei Adidaya Institute dilakukan dengan tatap muka pada 1-8 Mei 2026 dengan melibatkan 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei menggunakan metode probability sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adidaya Institute menerapkan pengawasan kualitas ketat dengan pengiriman foto dan lokasi Google Maps dari responden.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|