SPMB 2026: Ratusan SD Gunungkidul Kekurangan Murid, 36 Penuhi Kuota

3 hours ago 3

 Ratusan SD Gunungkidul Kekurangan Murid, 36 Penuhi Kuota

Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena kekurangan murid masih membayangi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Gunungkidul. Dari ratusan SD yang mengikuti SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, hanya sebagian kecil sekolah yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar, sementara mayoritas lainnya masih kekurangan peserta didik baru.

Data Dinas Pendidikan Gunungkidul menunjukkan kapasitas penerimaan siswa baru jauh lebih besar dibandingkan jumlah calon murid yang mendaftar. Kondisi ini membuat banyak sekolah menerima siswa dalam jumlah minim, bahkan ada yang tidak mendapatkan murid sama sekali pada tahun ajaran baru ini.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan proses SPMB tingkat SD yang berlangsung secara daring pada 3–5 Juni 2026 berjalan lancar. Hasil seleksi pun telah diumumkan pada Rabu (10/6/2026).

Meski pelaksanaan tidak menemui kendala berarti, Nunuk mengakui persoalan kekurangan murid masih menjadi tantangan di banyak sekolah dasar di wilayah Bumi Handayani.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan, terdapat 463 SD di Gunungkidul yang terdiri atas 401 sekolah negeri dan 62 sekolah swasta. Dari jumlah tersebut, hanya 36 SD yang berhasil memenuhi kuota rombongan belajar sebanyak 28 siswa per kelas.

Sebaliknya, sebanyak 172 SD hanya memperoleh kurang dari 10 murid baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Bahkan, terdapat sejumlah sekolah yang tidak mendapatkan peserta didik baru sama sekali.

"Ada juga sekolah yang tidak mendapatkan murid sama sekali," kata Nunuk, Ahad (14/6/2026).

Sementara itu, sebanyak 255 SD lainnya berhasil menerima lebih dari 10 murid baru, tetapi jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi kuota rombongan belajar yang telah ditetapkan.

Menurut Nunuk, kondisi tersebut terjadi karena daya tampung sekolah jauh lebih besar dibandingkan jumlah calon siswa yang tersedia.

"Kita punya kuota penerimaan siswa baru tingkat SD sebanyak 13.804 kursi, sedangkan yang diterima hanya 6.731 anak. Jadi, kalau ada sekolah yang kekurangan murid merupakan hal yang wajar karena memang kuotanya lebih banyak ketimbang calon murid baru," ujarnya.

Fenomena Kekurangan Murid Sudah Terjadi Bertahun-tahun

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, menambahkan banyaknya sekolah dasar yang kekurangan murid sebenarnya sudah diperkirakan sejak lama. Menurut dia, fenomena tersebut bukan kondisi baru karena telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia menjelaskan jumlah kursi yang tersedia di sekolah dasar saat ini tidak sebanding dengan jumlah calon siswa yang masuk setiap tahun. Akibatnya, persaingan memperoleh murid baru semakin terbatas, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk relatif sedikit.

Asbani menilai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang selama puluhan tahun dijalankan pemerintah.

Program tersebut dinilai mampu menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga jumlah anak dalam setiap keluarga tidak sebanyak generasi sebelumnya.

Di sisi lain, banyak sekolah dasar didirikan pada masa ketika jumlah anak usia sekolah masih sangat tinggi. Kondisi demografi yang berubah membuat kapasitas sekolah saat ini tidak lagi sebanding dengan jumlah peserta didik yang tersedia.

"Zaman simbah-simbah dulu punya anak lebih dari tujuh merupakan hal biasa. Tapi, sekarang punya anak tiga sudah dianggap terlalu banyak karena program pemerintah menggaungkan dua anak cukup. Makanya, sekarang banyak sekolah yang kekurangan murid," kata Asbani.

Data SPMB SD Gunungkidul Tahun Ajaran 2026/2027 menunjukkan total kuota penerimaan mencapai 13.804 kursi, sedangkan jumlah murid baru yang diterima hanya 6.731 anak. Dengan selisih kapasitas yang cukup besar tersebut, persoalan kekurangan murid diperkirakan masih akan menjadi tantangan bagi banyak sekolah dasar di Gunungkidul pada tahun-tahun mendatang, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang cenderung stagnan.

Meta Deskripsi

SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|