Krisis Ceuta Picu Seruan Perketat Perbatasan Uni Eropa

4 hours ago 4

Newswire

Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 06:57 WIB

Krisis Ceuta Picu Seruan Perketat Perbatasan Uni Eropa

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (ANTARA/Dursun Aydemir/Anadolu/pri.)\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL— Krisis migrasi di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko, mendorong Uni Eropa menyerukan penguatan pengawasan di perbatasan luar kawasan Eropa.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pengendalian di perbatasan Eropa menjadi aspek penting dan perlu terus diperkuat menyusul perkembangan krisis tersebut.

"Ini menunjukkan mengapa pengendalian perbatasan Eropa kita sangat penting. Kita telah memiliki sistem yang kuat, tetapi perlu ditingkatkan dan diperkuat lebih lanjut," ujar Von der Leyen melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu.

Menurut dia, otoritas Uni Eropa harus tetap waspada di titik-titik masuk utama serta menjaga koordinasi yang erat antarlembaga terkait.

"Pada saat yang sama, kita memerlukan proses pembelajaran untuk meningkatkan ketahanan Eropa," kata dia.

Von der Leyen mengungkapkan mayoritas imigran ilegal yang sempat memasuki Ceuta kini telah kembali ke Maroko berkat kerja sama aparat penegak hukum Spanyol dan Maroko.

"Kabar baiknya adalah sebagian besar dari mereka yang tiba secara ilegal telah kembali ke Maroko berkat kerja efektif aparat penegak hukum Spanyol dan Maroko,” kata Von der Leyen.

“Tidak ada satu orang pun yang berhasil mencapai daratan utama Spanyol maupun wilayah Uni Eropa lainnya,” ujarnya, menambahkan.

Untuk memantau perkembangan situasi, Von der Leyen menggelar konferensi video bersama Komisioner Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi Magnus Brunner serta Komisioner untuk Mediterania dan Demografi Dubravka Suica guna memperoleh pembaruan informasi terkini mengenai krisis di Ceuta.

Ia juga menyampaikan Komisi Eropa telah menawarkan bantuan penuh kepada Spanyol sejak awal krisis.

Selain itu, Von der Leyen menyambut baik usulan sejumlah pemimpin negara anggota Uni Eropa yang mendorong penyelenggaraan konferensi video darurat guna mengevaluasi penanganan situasi tersebut.

“Memerangi migrasi ilegal memerlukan solidaritas dan respons Eropa yang bersatu," kata Von der Leyen.

Sebelumnya, sejumlah pemimpin Eropa menyerukan rapat darurat para menteri dalam negeri Uni Eropa untuk membahas krisis migrasi di Ceuta sekaligus merumuskan langkah terkoordinasi guna mencegah penyeberangan ilegal berikutnya.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sedikitnya 67 orang tewas saat berupaya mencapai wilayah Spanyol selama krisis berlangsung. Sementara itu, hampir 70.000 imigran yang sempat memasuki Ceuta dari Maroko telah kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|