Pengamat sosial kemasyarakatan Serian Wijatno.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat sosial kemasyarakatan Serian Wijatno menilai rangkaian prosesi puncak ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) telah berjalan lancar.
Keberhasilan operasional haji tahun ini ditandai dengan kelancaran mobilisasi massa, pemenuhan logistik yang tepat waktu, serta penurunan drastis angka fatalitas jemaah, khususnya dari Indonesia.
Menurut Serian Wijatno, kesuksesan besar tahun ini merupakan buah dari perbaikan sistemik yang radikal dan integratif.
Menurutnya, ada faktor kebijakan krusial yang membuat jamaah Indonesia dapat beribadah dengan jauh lebih nyaman, aman, dan inklusif.
Dia menyebut, alasan utama kesuksesan bagi jemaah haji Indonesia tahun ini adalah eksekusi kebijakan yang sangat taktis dan ramah lansia di lapangan.
Salah satu yang paling berdampak adalah penerapan skema murur (melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus) dan tanazul (pengosongan tenda Mina bagi jamaah lansia untuk kembali ke hotel).
“Kebijakan ini berhasil mengurai kepadatan ekstrem dan menyelamatkan fisik jamaah risiko tinggi dari kelelahan," ujar Serian Wijatno saat memberikan menjawab wartawan di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Selain manajemen ruang, Serian menambahkan bahwa peningkatan kualitas konsumsi dengan menghadirkan makanan siap santap bercita rasa Nusantara secara penuh selama fase kritis di Mina, sangat membantu menjaga imunitas jemaah di tengah cuaca panas ekstrem yang mencapai 45 derajat Celsius.
Serian Wijatno yang juga menjadi pengurus pusat sejumlah organisasi keagamaan Islam memberikan edukasi mendalam mengenai makna hakiki dari Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban.

2 weeks ago
26
















































